KESAH LAYARAN DHATENG PULO PAPUWAH KARY A YITNASASTRA: KAJIAN STRUKTURALISME DINAMIK
V. Risti Ratnawati, Dr. Kun Zachrun lstanti, S.U
2009 | Tesis | S2 Ilmu SastraKesah Layaran Dhateng Pulo Papuwah (KLPD) karya Yitnasastra merupakan rekaman peristiwa dan hasil intelektual yang memuat pandangan masyarakat pada zamannya. Sebagai karya fiksi, KLDP banyak merekam peristiwa, mencatat dan mendokumentasi fakta-fakta sosial dan budaya sehingga pemahaman atas maknanya di lakukan dengan memahaminya sebagai sebuah tanda dalam proses komunikasi. Masalah yang dibahas ada dua, yakni (I) dalam pelaksanaan fungsi puitik, dibahas stru ktur dan unsur-unsurnya dan (2) dalam pelaksanaan fungsi komunikatif, KLDP sebagai tanda (semiotik) dianal isis dalam kerangka keterkaitan antara teks dengan pembaca. Dengan menggunakan pendekatan strukturalisme dinamik Jan Mukarovsky dan kode budaya Roland Barthes, penelitian ini menghasilkan beberapa simpulan. Unsur-unsur struktur yang membangun keseluruhan KLDP menunjukkan fungs inya masing-masing. Deskripsi tempat yang dikunjungi (Jatar) memegang peranan penting bagi tokoh dalam mengungkapkan dan menunjukkan karakteristiknya sebagai pengamat cerita. Alur KLDP senada dengan judul. Gambaran perjalanan tokoh aku ke daerah-daerah dihadirkan secara beragam: ( I) tokoh aku menggambarkan daerah-daerah yang dikunjungi secara detail melalui pelukisan keadaan geografis, adat-istiadat dan perilaku masyarakat; (2) dalam mendeskripsikan masyarakat yang dikunjungi, tokoh aku bersikap mendua, yakni memunculkan sifat yang kurang baik dan yang baik; (3) tokoh aku mendeskripsikan keberagaman adat-istiadat dan peri laku masyarakat; (4) tokoh aku dalam melukiskan dan memandang masyarakat lain menggunakan pandangan Jawa dan mengunggulkan bangsa Jawa. sebagai sarana untuk memunculkan potensi dan keunggulan bangsa lain; (5) tokoh aku menggambarkan keberagaman bangsa lain, dengan cara menunjukkan perbedaan dan persamaan adat-istiadat dan peri laku masyarakatnya. Dari gambaran daerah-daerah yang dikunjungi tokoh aku dapat ditemukan berbagai tanda yang memiliki makna tertentu. Tanda-tanda dalam KLDP itu, memberikan suatu pemahaman tentang dua sifat yang berlawanan: kota dipertentangkan dengan pedalaman yang sekaligus menunjukkan sifat modern dan tradisional. Melalui persamaan dan perbedaan lukisan bangsa-bangsa lain, KLDP memberikan konsep tentang keberagaman adat-istiadat dan perilaku masyarakat yang ingin disatukan melalui konsep bangsa. Melalui konsep bangsa yang berbeda-beda tetapi memiliki karakteristik dan sifat yang sama, KLDP memberikan pemahaman tentang konsep bhinneka tunggal ika untuk memberikan kesadaran bahwa bangsa yang berbeda-beda itu jika bersatu akan menjadi bangsa yang besar. KLDP memberikan gambaran tentang manusia yang melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang lain sebagai perwujudan pencarian identitas diri. Dalam melakukan perjalanan tersebut, tokoh aku mampu memandang dan mengungkapkan identitas bangsa lain sehingga jika identitas-identitas setiap bangsa digabungkan akan menumbuhkan semangat kebangsaan. Ka1a kunci: KLDP, struk,tur, Ianda, dan makna.
Kesah Lelayaran Dhateng Pula Papuwah (KLDP) by Yitnasastra is recording events and intellectual input that contain vision of society at that age. As a fiction, KLDP records events, notes, and documents social and cultural facts. It provides data to be understood as signs in communication process. There are two problem, ( I) discuss structure and elements as poetic function and (2) discuss semiotic signs dealing with text and readers as communicative function. This research, using Jan Mukarovsky dynamic structuralism approach and Roland Barthes cultural code, had some conclusions. Structure elements that constructed KLDP showed its functions. Place descript ion (setting) held significant role in character in order to reveal and show its characteri stic as story observer. KLDP plot was associated to its title. Portraya l of character's travel to places was performed variously: (I) the I described places he visited in detail through the portrayal of geographical condition, customs, and social behavior; (2) in describing people he visited the I was ambivalence. He showed good and bad character; (3) the I described various customs and society behavior; ( 4) the I in portraying and viewing other society using Javanese point of view. He preferred to adore superiority of Javanese as a means to raise up potentials and superiority of other tribes; (5) the I portrayed the di versity of other tribes by performing differences and sameness of customs and social conducts. The portrayal of visited places can be obtained signs with particular meaning. The signs in KLDP gave understanding about two oppositional characters: city was opposed with villages that implied modem characteristic and traditional. Through sameness and differences of other tribes portrayal, KLDP gave concept about diversity in customs and social behavior that was going to be united as nation concept. Through this concept KLDP gave understanding about Bhineka Tunggal Ika concept to give understanding that different tribes will be great ifthey were united. KLDP gave portrayal about person who made travelling through places to search self identity. The I would be capable to view and to reveal other tribes identities in order to unite nation identity. Keywords: KLDP, structure, signs, meaning.
Kata Kunci : KLDP, struk,tur, Ianda, dan makna.