PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA KELOMPOK TERNAK SAPI SEDYO MULYO MELALUI PROGRAM UPPO (UNIT PENGOLAH PUPUK ORGANIK) DI DESA TRIHARJO, KECAMATAN SLEMAN, KABUPATEN SLEMAN
MANSHUR RASYID, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANIndonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Berdasarkan catatan sensus pertanian pada tahun 2013, jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak di Indonesia adalah pada subsektor tanaman pangan dan subsektor peternakan. Besarnya jumlah rumah tangga pada subsektor peternakan tersebut mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok-kelompok ternak sebagai upaya untuk mengelola usaha peternakan tersebut. Program pemberdayaan masyarakat pada kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo merupakan sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan secara baik dan memberikan dampak positif bagi aspek sosial dan ekonomi. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep dari Soetomo mengenai konsep proses pemberdayaan masyarakat. Konsep proses pemberdayaan masyarakat ini digunakan untuk mengetahui tahapan apa saja yang harus dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat. Kemudian dari konsep ini juga dapat melihat partisipasi dalam setiap tahapan yang dilakukan pada proses pemberdayaan yang dilakukan kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan pada kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo di Desa Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive informan. Informan yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah anggota kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo, pendamping kelompok dari UPT BP4 dan bagian peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Kemudian teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik di kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo melalui lima tahapan. Tahapan tersebut yaitu tahap identifikasi masalah dan kebutuhan, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi serta tahap menikmati hasil. Pada tahap identifikasi masalah dan kebutuhan anggota kelompok berperan aktif dalam proses identifikasi dengan difasilitasi oleh pendamping kelompok. Pada tahap perencanaan, anggota kelompok berperan dalam penentuan program apa yang akan dilaksanakan. Pendamping kelompok memiliki peran sebagai fasilitator di tahap ini. Kemudian pada tahap pelaksanaan program UPPO anggota kelompok berperan aktif dalam setiap kegiatan yang ada pada proses pengolahan pupuk organik. Pemerintah juga memiliki peran sebagai pemberi program sekaligus fasilitator. Kemudian dalam tahap ini pendamping kelompok juga dilibatkan sebagai fasilitator. Pada tahap monitoring dan evaluasi pemerintah bersama pendamping terlibat dalam pelaksanaan monitoring. Kemudian anggota kelompok terlibat langsung dalam evaluasi yang dilakukan saat pertemuan rutin. Pada tahap menikmati hasil, para anggota kelompok sudah merasakan adanya dampak positif melalui pelaksanaan program UPPO tersebut.
Indonesia is an agricultural country that the most eyed livelihood in agriculture. Based on the Census of Agriculture in 2013, the largest number of households in agricultural business in Indonesia is on the food crops and livestock. A large number of households on the livestock encourage people to make livestock groups to manage the livestock business. Community empowerment program on Sedyo Mulyo cow livestock groups is a program that aims to improve the capacity of the community to make a good developing the livestock business and give a positive impact for the social aspects and economic aspects. This research uses the concept of community empowerment processes of Sutomo. The concept of the community empowerment process aims to find out the stages of what must be done in community empowerment. From this concept, we can know participation in every stage that is in the empowerment process carried out by Sedyo Mulyo cow livestock groups. This study aims to determine the empowerment process in the Sedyo Mulyo cattle group in Desa Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. The research method used is a qualitative research method with a descriptive approach. The informant selection technique uses purposive informants. Informants in this study were members of the Sedyo Mulyo cow livestock group, group companion from the UPT BP4 and the livestock department of the Agriculture, Food and Fisheries Service of Sleman Regency. Data collected are primary data and secondary data. Then the technique of collecting data through observation, interviews, documentation and literature. The results of this study say that the empowerment process through the Organic Fertilizer Processing Unit program in the Sedyo Mulyo cow livestock group through five stages. These stages are the problem identification stage and the needs, the planning stage, the implementation phase, the monitoring and evaluation stage and the stage of enjoying the results. At the stage of identifying problems and the needs of group members, they play an active role in the identification process, facilitated by group facilitators. At the planning stage, group member play a role in determining what programs will be implemented. The group facilitator has a role as a facilitator at this stage. Then at the implementation stage of the UPPO program group members play an active role in every activity that is in the processing of organic fertilizers. The government also has a role as program provider and facilitator. Then in this stage the group companion is also involved as a facilitator. During the monitoring and evaluation phase the government and assistants are involved in monitoring. Then group members are directly involved in evaluations carried out during routine meetings. At the stage of enjoying the results, the group members have felt a positive impact through the implementation of the UPPO program.
Kata Kunci : Community Empowerment, Cow Livestock Group, Organic Fertilizer Processing Unit