Laporkan Masalah

Modal Sosial Pemuda Dusun Kerten Dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah Melalui Bankersehati (Dusun Kerten, Desa Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta)

Risky Eka Amriyanto, Dra. Agnes Sunartiningsih, M.S.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Sampah menjadi sebuah potensi sekaligus permasalahan di Kabupaten Bantul saat ini. Pengelolaan sampah pada saat ini tidak hanya berputar pada pusara teknis pelaksanaan dan pengetahuan lingkungan hidup melainkan juga merasuk ke ranah modal sosial. Partisipasi masyarakat dan institusi formal maupun non formal adalah kunci keberhasilan pengelolaan sampah.Inovasi pengelolaan sampah terus dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat, salah satunya kalangan pemuda. Penelitian ini dilakukan pada kelompok Kamukten (Kawula Muda Mudi Dusun Kerten). Kamukten memiliki sebuah institusi yang bergerak pada kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat Dusun Kerten lewat institusi Bankersehati (Bank Sampah Kerten Sehat dan Indah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan modal sosial dalam pengelolaan sampah serta melihat besaran potensi yang ada dalam tubuh Kamukten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Adapun penafsiran data menggunakan kerangka konsep modal sosial dengan mendalami aspek kepercayaan, jaringan dan norma timbal balik. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari sembilan orang yang terdiri atas lima pengurus Kamukten serta masing-masing perwakilan masyarakat, pemerintah Desa Imogiri dan masyarakat Dusun Kerten. Anggota Kamukten maupun Bankersehati menginternalisasi nilai-nilai modal sosial lebih pada hubungan asosiasi lewat kegiatan bersama yang dilakukan. Aspek kepercayaan dominan dengan pengalaman empiris dan capaian sejumlah aktor dalam kedua institusi di atas. Manajemen konflik internal dan keterbukaan menjadi motor penguatan jaringan. Sedangkan norma timbal balik didominasi oleh kekuatan budaya saling menghargai ketimbang menjalankan sanksi langsung demi menjaga hubungan baik antar anggota. Pada penelitian ini, peneliti mengemukakan potensi bank sampah sebagai salah satu rekomendasi pengelolaan sampah yang cocok masyarakat Dusun Kerten. Harapannya, pengembangan model pengelolaan sampah yang dilakukan selain memiliki kekuatan operasional yang mumpuni juga sesuai dengan kearifan lokal yang telah terbangun.

Waste has become a potential as well as a problem in the current Bantul Regency. Waste management at this time does not only revolve around the technical tomb of implementation and environmental knowledge but also penetrates into the realm of social capital. The participation of the public and formal and non-formal institutions is the key to the success of waste management. Innovation in waste management continues to be carried out by community groups, one of them is the youth. This research was conducted in the Kamukten group (Kawula Muda Mudi Kerten). Kamukten has an institution engaged in household waste management activities produced by peoples of Dusun Kerten through Bankersehati (Bank Sampah Kerten Sehat dan Indah). This study aims to determine the existence of social capital in waste management and to see the potential thing that exists in Kamukten. This research is a qualitative research with descriptive analysis method. The interpretation of data uses the conceptual framework of social capital by exploring aspects of trust, networking and reciprocal norms. The researcher used data collection techniques with observation, interviews, and documentation. The informants consisted of nine people consisting of five Kamukten administrators and each community representative, the Imogiri Village government and the Dusun Kerten's community. Kamukten and Bankersehati members internalize the values of social capital more on association relations through joint activities carried out. The trust aspect is dominant with empirical experience and achievements of a number of actors in the two institutions above. Internal conflict management and openness become a network of network strengthening. Whereas the norm of reciprocity is dominated by the culture of mutual respect rather than carrying out direct sanctions in order to maintain good relations between members. In this study, researchers suggested the potential of waste banks as one of the recommendations for waste management that fits the community of Dusun Kerten. The hope is that the development of the waste management model undertaken in addition to having a capable operational strength is also in accordance with the local wisdom that has been built.

Kata Kunci : Sampah, Modal Sosial, Bankersehati, Organisasi Kepemudaan

  1. S1-2019-379848-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-379848-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379848-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379848-Title.pdf