Hubungan Usia Saat Terdiagnosis dengan Jumlah Sendi yang Terkena pada Pasien Juvenile Idiopathic Arthritis di RSUP Sardjito
Natazza Hifni, dr. Sumadiono, Sp.A(K); dr. Suryono Yudha Patria, Sp.A(K), Ph.D
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang : : Juvenile Idiopatic Arthritis (JIA) atau Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) merupakan sekumpulan grup penyakit heterogen yang dikarakteristikan dengan arthritis yang tidak diketahui penyebabnya dan onset dimulai sejak usia sebelum 16 tahun dan persisten selama kurang lebih 6 minggu setelah pengekslusian dari penyakit lainnya (Lancet., 2011). JIA merupakan penyakit rematik kronis yang banyak dijumpai pada masa anak-anak dan dapat berlangsung hingga dewasa, menyebabkan penurunan fungsional dan kualitas hidup penderitanya (Lyinn spiegel et al. 2015 ; MKB., 2012). Sendi apa saja bisa terkena pada JIA, namun sendi-sendi besar lebih dominan untuk terkena dibandingkan sendi-sendi kecil (Hoffart et al., 2010). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi luaran dari JIA. Usia saat terdiagnosis merupakan salah satu faktor tersebut yang dapat mempengaruhi luaran sendi yang terkena pada pasien JIA, maka dari itu perlu diketahui lebih lanjut hubungan antara usia saat terdiagnosis dengan jumlah sendi yang cenderung terkena pada pasien JIA. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara usia saat terdiagnosis dengan jumlah sendi yang terkena pada pasien Juvenile Idiopatic Arthritis. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang dengan mengambil data dari rekam medis yang dilakukan di instalasi rawat inap dan rawat jalan INSKA RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling pada 74 responden. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan perbandingan analisis menggunakan chi-square. Hasil : Tidak terdapat hubungan antara usia saat terdiagnosis dengan jumlah sendi yang terkena pada pasien JIA dan tidak bermakna secara statistik (p = 0,875 95% IK=0,866-1,492 RP = 0,07 ).
Backgroud : Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA) or Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) are a group of heterogeneous diseases characterized by arthritis whose cause is still unclear and the onset begin before 16 years of age and persists for approximately 6 weeks after exclusion from other diseases (Lancet, 2011). JIA is a chronic rheumatic disease that is often found in childhood and can last into adulthood, causing functional impairment and decrease quality of life (Lyinn spiegel et al. 2015; MKB., 2012). Any joint can be affected in JIA, but large joints are more dominant to be affected than small joints (Hoffart et al., 2010). Many factors can affect the outcome of JIA. Age of diagnosed is one of several factors that can affect outcome of patients, therefore, it�s necessary to know more about the relationship between age of diagnosed and the number of inflamed joints that tend to be affected in JIA patients Objective : The study aims to determine the crrelation between age of diagnosed and number of affected joints in Juvenile Idiopatic Arthritis patients. Method : this study was obeservational study with cross-sectional design by taking data from medical records of inpatient and outpatient care of INSKA RSUP dr.Sardjito Yogyakarta. Sampling was done on 74 respondents. Data were analyzed using SPSS softwere with comparison analysis using chi-square. Result : there was no correlation between age of diagnosed with number of affected joints in JIA patients, it also was not stastically significant. (p = 0,875 95% IK=0,866-1,492 RP = 0,07 ).
Kata Kunci : JIA, usia saat terdiagnosis, jumlah sendi