Laporkan Masalah

Analysis of Effective Community Engagement on Waste Bank Management System in Yogyakarta City Region: Political Ecology Study

NATHANAEL BAYU A P, Prof. Wahyudi Kumorotomo

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Program bank sampah adalah sistem pengelolaan limbah kering yang dikumpulkan secara kolektif oleh masyarakat di wilayah perspektif mereka. Sistem ini sama dengan sistem perbankan, bank sampah sebagai lembaga masyarakat akan mengumpulkan dan menjual kembali sampah yang bernilai ekonomis ke pasar sehingga limbah tersebut didistribusikan menjadi manfaat ekonomi bagi penabung. Sistem bank sampah adalah salah satu contoh fenomena ekologi yang ada di perkotaan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah sampah dengan memberdayakan masyarakat sipil untuk ikut serta dalam aksi. Provinsi Yogyakarta telah mengalami masalah degradasi lingkungan dengan limbah sejak 2012, karena tempat penyimpanan sampah di Piyungan telah kedaluwarsa. Pemerintah kota Yogyakarta menekankan solusi bank sampah untuk mengurangi jumlah sampah yang terkumpul dan memperbaiki perilaku penduduknya, mengingat wilayah kota Yogyakarta adalah kontributor terbesar dalam pembuangan sampah ke tempat pembuangan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas masyarakat dengan menggunakan 10 indikator keterlibatan masyarakat yang efektif, diikuti oleh premis keterlibatan masyarakat untuk menjelaskan peran sistem bank sampah dalam mengejar pemulihan lingkungan untuk kehidupan perkotaan. Penelitian ini menggunakan kualitatif sebagai metode pengumpulan data dan teknik sampel bola salju sebagai subjek sasaran yang meliputi bank sampah tidak aktif, bank sampah aktif, dan lembaga lingkungan pemerintah di wilayah kota Yogyakarta. Metode kualitatif dapat digunakan untuk mengidentifikasi respon, karakteristik dan kondisi yang terjadi terhadap program yang dilihat dari subjek yang ditargetkan. Ada tiga macam teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti termasuk wawancara, dokumentasi, dan observasi. Keterlibatan masyarakat yang efektif terdiri dari keterlibatan, standar dukungan, standar perencanaan, metode standar, standar bekerja bersama, berbagi standar informasi, bekerja dengan orang lain, standar peningkatan, umpan balik, dan pemantauan dan evaluasi digunakan sebagai kerangka teori. Kerangka kerja tersebut digunakan untuk mengukur standar karakteristik kualitas di setiap bank sampah yang tergolong aktif sehingga dapat menjadi contoh bank sampah lainnya yang kurang aktif. Hasil penelitian ini bahwa tidak semua bank limbah aktif memenuhi standar kualitas pelibatan masyarakat yang efektif, namun solusi bank sampah adalah salah satu upaya yang sesuai untuk mengatasi masalah penumpukan sampah, menurut tempat keterlibatan masyarakat terdapat potensi bagi program ini untuk tumbuh menjadi lebih menarik. sistem berbasis masyarakat yang efektif dalam mengejar lingkungan yang berkelanjutan baik itu berasal dari masyarakat itu sendiri atau pemerintah / lembaga yang memiliki peran dan tanggung jawab besar.

Waste bank program is a dry waste management system collected collectively by a community in their perspective region. This system is the same as the banking system, waste bank as a community agency will collect and resell economically valuable waste to the market so that the waste distributed into economic benefit for savers. Waste bank system is one of the example of ecology phenomenon exist in urban area purposefully to resolve waste issue by empowering civil society to join in for act. Yogyakarta province has experienced environmental degradation problems with waste since 2012, because the garbage storage site in Piyungan has expired. The Yogyakarta city government emphasizes the waste bank solution to reduce the amount of accumulated garbage and improve the behavior of its people, seeing the Yogyakarta city region is the first biggest contributor in waste dumping to the landfills. This research aimed to asses the effectiveness of community by using 10 effectiveness community engagement indicators, followed by community engagement premise to explained waste bank system role in pursue environmental recovery for urban life. This research used qualitative as data collecting method and snowball sample technique as targeted subject which include inactive waste bank, active waste bank and government environmental agency in Yogyakarta city region. Qualitative method can be used to identify respond, characteristics and condition happened towards the program perceive from targeted subject. There are three kinds of data collection technique used by the researcher including interview, documentation, and observation. Effective community engagement consist of involvement, support standard, planning standard, standard method, working together standard, sharing information standard, working with others, improvement standards, feedback, and monitoring and evaluation are used as theoretical framework. Those framework are used to measure such a quality characteristic standard in each waste bank that classified as active so that it can be an example of other waste banks that are less active. This research result that not all active waste bank meet the quality standard of effective community engagement, however waste bank solution is one of the suitable effort in tackling waste accumulation problem, according to community engagement premises there are potential for these program to growth become more engaging effective community based system in pursue sustainable environment either it comes from the community itself or government/agencies who held also big roles and responsibility.

Kata Kunci : Ecology, Waste Bank, Community, Effective Community Engagement

  1. S1-2019-380939-abstract.pdf  
  2. S1-2019-380939-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-380939-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-380939-title.pdf