Laporkan Masalah

Pengaruh Kerapatan terhadap Pertumbuhan dan Karakteristik Fisiologi Avicennia marina di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Mangrove Kabupaten Bantul Yogyakarta

HAJAR PUTERI UTAMI SYAURI, Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc.;Dr. Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P.

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Ekosistem mangrove memiliki fungsi fisik, fungsi kimia, dan fungsi biologi. Karena manfaatnya tersebut kawasan mangrove dijadikan sebagai kawasan konservasi yang perlu dikembangkan, dilindungi, dan dilestarikan. Namun demikian, tidak semua upaya konservasi berhasil karena adanya berbagai faktor seperti aktivitas manusia dan perubahan kondisi lingkungan. Kawasan Konservasi Taman Pesisir Mangrove (KKTPM) Kab. Bantul telah mampu menjaga pesisir Baros dari ancaman abrasi, namun tiap tahunnya mangrove mengalami kerusakan akibat fenomena alam seperti banjir rob, perpindahan mulut muara, dan arus laut yang kuat. Kerusakan pada mangrove ini mengakibatkan perbedaan kerapatan dan terjadinya gap/celah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk engetahui pertumbuhan Avicennia marina pada 3 tingkat kerapatan dan untuk mengetahui pengaruh kerapatan terhadap pertumbuhan dan karakteristik fisiologi A. marina di KKTPM Kab. Bantul. Penelitian menentukan plot secara purposive sampling pada tegakan A. marina di KKTPM Kab. Bantul dengan menggolongkan strata tegakan berdasarkan kerapatannya dalam plot. Plot berbentuk lingkaran dan berdiameter 14 m dengan dibuat ulangan sebanyak 3 plot pada masing-masing kerapatan. Tegakan dikatakan rapat apabila pohon di dalam plot lebih besar daripada atau sama dengan 40, sedang apabila pohon di dalam plot berjumlah antara 20-40 dan jarang apabila pohon di dalam plot berjumlah lebih kecil daripada atau sama dengan 20. Pada tiap plot dilakukan pengukuran pertumbuhan A. marina yang meliputi DBH, tinggi pohon, kedalaman tajuk, kurva tajuk, dan radius tajuk. Data pohon kemudian diolah untuk menyusun proyeksi plot dengan aplikasi SExI-FS. Sampel daun A. marina diambil untuk dihitung nilai Specific Leaf Area (SLA) dan kandungan Nitrogennya. ANOVA digunakan untuk mengetahui pengaruh 3 tingkat kerapatan terhadap tinggi, diameter, dan SLA A. marina. Hasil menunjukkan bahwa rerata diameter A. marina pada plot rapat sebesar 9,63 cm, pada plot sedang sebesar 7,68 cm dan pada plot jarang sebesar 7,53 cm. Rata-rata tinggi A. marina pada plot rapat adalah 11,41 m, pada plot sedang adalah 10,05 m dan pada plot jarang adalah 6,23 m. Namun demikian, kerapatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan diameter maupun tinggi A. marina. Karakteristik fisiologi berupa SLA menunjukkan perbedaan nilai pada tiap kerapatan namun juga tidak signifikan secara statistik. Kandungan nitrogen pada daun tanaman di plot rapat adalah 2,11%, pada plot sedang adalah 2,14%, dan pada plot jarang adalah 1,88% dan ketiganya tergolong dalam kategori cukup. Secara umum dapat dikatakan bahwa makin tinggi kerapatan, makin baik pertumbuhan A. marina.

Mangrove ecosystems provide physical, chemical, and biological functions. Because of those functions and benefits, some mangrove areas are used as conservation area that needs to be developed, protected and preserved. However, not all conservation efforts are successful because of various factors such as human activities and changes in environmental conditions. KKTPM Kab. Bantul has been able to guard the coast of Baros from the threat of abrasion. However, each year parts of the areas are damaged due to natural phenomena such as tidal floods, estuarine mouth moves, and strong ocean currents. Mangrove damage results in differences in density and the occurence of gaps. For those reason, the study is aimed to determine the growth of Avicennia marina at 3 density levels and to determine the effect of density on the growth and physiological characteristics of A. marina in KKTPM Kab. Bantul. In this study, purposive sampling method was carried out on A. marina stands in KKTPM Kab. Bantul by classifying the stands based on their density. The plot is categorized dense if the number of trees in the plot are greater than or equal to 40, moderate if the trees in the plot are 20-40 and rare if the trees in the plot are less than or equal to 20. The plots were in circular shape with 14m in diameter, with 3 replications for each density. In each plot, A. marina growth parameters were measured i.e DBH, tree height, crown depth, crown curve, and crown diameter. Tree data were then processed for plot projection in the SExI-FS application program. Samples of A. marina leaves were taken to measure the Specific Leaf Area (SLA) and its Nitrogen content. ANOVA was used to determine the effect of 3 density levels on the height, diameter, and SLA of A. marina. The results show that the average diameter of A. marina in the dense, moderate and rare plots are 9.63 cm, 7.68 cm and 7.53 cm, respectively. Meanwhile, the average height of A. marina in the dense plot, moderate, and rare plots are 11.41 m, 10.05 m and 6.23 m, respectively. However, density does not give any significant effect on both height and diameter growths of A. marina. The physiological characteristics of SLA show different values for each density but are still not significant statistically. Furthermore, leaf nitrogen content in all density levels is categorized sufficient, with the value of 2.11%, 2.14%, and 1.88% for the dense, moderate, and rare plots, respectively. In general. it can be said that the growth of A. marina is better in denser spacing.

Kata Kunci : Avicennia marina, kerapatan tegakan, Bantul, SLA, kandungan Nitrogen;Avicennia marina, stand density, Bantul, SLA, Nitrogen content

  1. S1-2019-362374-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-362374-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-362374-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-362374-Title.pdf