Survival Strategy Perempuan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Pasca Pernikahan Dini Di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat
Dian Fadhliana, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPemenuhan kebutuhan rumah tangga merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh perempuan pasangan usia dini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perempuan pasangan usia dini harus memikirkan strategi yang tepat dan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh rumah tangga. Strategi bertahan hidup merupakan respon terhadap kondisi sulit atau cara-cara yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga. Terutama rumah tangga miskin dan rumah tangga pasangan menikah dini yang dalam melakukan setiap keputusan masih didasari oleh pola pikir yang kurang matang. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui survival strategy yang dilakukan oleh perempuan pasca pernikahan dini di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat; (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga pasangan usia dini di Desa Kekeri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan, pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara menemukan siklus kesamaan data dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa survival strategy rumah tangga usia dini di Desa Kekeri dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya rumah tangga yang dimiliki. Adapun bentuk survival strategy yang dimaksud ialah dengan melakukan pekerjaan sampingan atau sering disebut strategi nafkah ganda, strategi meminimalisir pengeluaran rumah tangga, strategi jaringan sosial (berhutang), dan strategi tinggal bersama orang tua. Strategi nafkah ganda dan strategi meminimalisir pengeluaran rumah tangga menjadi cerminan perilaku rumah tangga pasangan usia dini dalam mencapai pemenuhan kebutuhan. Di sisi lain strategi jaringan sosial (berhutang) dipilih saat rumah tangga menghadapi kondisi mendesak terkait pemenuhan kebutuhan primer sebagai contoh kebutuhan biaya pendidikan dan biaya kesehatan. Dan terakhir strategi tinggal bersama orang tua, menjadi temuan unik dalam penelitian ini. Tingkat kemandirian rumah tangga pasangan usia dini yang masih minim, semakin menyakinkan mereka memilih tinggal bersama orang tua atas dasar perlindungan akan rasa nyaman, aman dan terfasilitasi secara finansial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pemenuhan kebutuhan rumah tangga menikah dini di Desa Kekeri yaitu faktor usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan pendapatan rumah tangga.
Household needs fulfillment is an obligation which has to be fulfilled by the early-age married women. In order to fulfill the needs, the early-age married women have to think about an effective and suitable strategy in regard with their household potentials. Survival strategy is actually response of difficult condition or ways of fulfilling household needs. It primarily refers to the poor household and early-age married couple which the every decision making is still based on their immature mindset. This research takes place in Kekeri, Gunungsari District, West Lombok Regency. This research is aimed (1) to find out the survival strategy of women in Kekeri, Gunungsari District, West Lombok Regency on their post-early-age marriage; (2) to figure out the influencing factors in choosing household needs fulfillment strategy of the early-age married couple in Kekeri. The research uses qualitative method and descriptive approach. The data are collected by applying observasion, interview, library research, and documentation technique. The data analytical process is conducted by reducting and serving the data and drawing conclusion. Besides, the data validation is done by finding the similarity data cycle and data triangulation. The result of this research shows that survival strategy of post-early marriage in Kekeri was done by utilize household resources potential. As for survival strategy that meant is by doing side job or double income strategy, which minimize household spending, social debt strategy, and living with parents strategy. Double income strategy and minimize household spending strategy become behavioral reflection of post-early marriage in fulfilling daily needs. On the other hand, social debt strategy is chosen when that household should face urgent situation related to fulfilling primary needs, for example education cost and health cost. The least, living with parents strategy becomes a unique finding in this research. The independence level of post-early marriage household is still minimum, the more they choose to live with their parents by means of protection, comfort and being financially facilitated. Moreover, several factors which influence in choosing strategy to fulfill daily needs of post-early marriage in Kekeri are age factor, education, the number of family member and household income.
Kata Kunci : Kata Kunci: Survival Strategy, Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga, Pernikahan Dini.