Laporkan Masalah

Proses Pemberdayaan Kelompok Batik Sipin Jajaran di Kelurahan Legok Jambi oleh PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi

Dita Permata Sari, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Sebagai sebuah upaya untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada di Kota Jambi, PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi melaksanakan kewajiban untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan menjadikan Kelurahan Legok sebagai salah satu lokasi untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kelurahan Legok terkenal dengan image negatif yakni “kampung narkoba”. Hal ini dikarenakan Kelurahan Legok merupakan wilayah peredaran narkoba terbesar ke 4 di Indonesia. Sasaran utama dari program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Legok ialah ibu-ibu rumah tangga dan pemuda. Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Legok ini diharapkan akan mengurangi image negatif dari wilayah tersebut serta menjadikan wilayah Kelurahan Legok menjadi kawasan wisata batik. Penelitian ini menggunakan konsep corporate social reponsibility (CSR) dan konsep pemberdayaan masyarakat, dengan mengambil judul penelitian “Proses Pemberdayaan Kelompok Batik Sipin Jajaran di Kelurahan Legok Jambi oleh PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian analisa data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Sedangkan untuk pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Legok tahapan pemberdayaan yang dilakukan oleh PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi dilakukan melalui tahap penyadaran yang dilakukan dengan kegiatan focus group discussion(FGD), tahap transformasi kemampuan yang dilakukan dengan memberikan pelatihan batik tulis dan menggunakan pewarna alami sehingga ramah lingkungan dan tahap peningkatan kemampuan yang dilakukan dengan memberikan sebuah power untuk dapat berkembang dan melakukan inovasi. Dalam implementasi program pengembangan batik tulis dan pewarna alami ini ada 5 indikator yang mengukur keberhasilan program pengembangan batik tulis dan pewarna alami yakni kesejahteraan, akses informasi dan sumber daya, kesadaran kritis, partisipasi dan kontrol. Pada kegiatan monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan oleh PT.Pertamina EP Asset 1 Field Jambi yakni perlunya peningkatan kemampuan masyarakat dalam program batik cap, karena batik tulis dengan pewarna alami yang diproduksi oleh Kelompok Batik Sipin Jajaran masih belum luas pemasarannya karena harga yang mahal sehingga perlunya dilaksanakan pelatihan batik cap yang prosesnya lebih cepat dan dengan harga yang tidak mahal sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Selain itu masyarakat yang bermukim di Kelurahan Legok juga belum banyak yang mengetahui adanya program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi sehingga diperlukan adanya penyebarluasan infomasi sehingga lebih banyak masyarakat yang mengikuti program pemberdayaan.

As an effort to handle the social problems in Jambi city, PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi implemented the obligation to work for the program of community empowerment as the responsibility of the firm and created Legok Village as a location for implementing that activity. Legok Village is well-known with negative image, it is called as “drug village”. This is caused by the fact that Legok Village is the fourth biggest drug trafficking area in Indonesia. The main targets of the program of accompaniment and community empowerment in Legok Village were housewives and youngsters. The implementation of the community empowerment program in Legok Village was expected to decrease the negative image of that area and also enacted the area of Legok Village to be a batik tourist area. This research utilized the concept of corporate social responsibility (CSR) dan the concept of community empowerment with fetching the title of the research “The Batik Group Sipin Jajaran Empowerment Process in Legok Village Jambi by PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi”. This research applied descriptive qualitative method. The data collection was carried out by using library research techniques, observations, interviews and documentations. Afterwards, the data analysis was done by utilizing data reduction, data presentation and conclusion, whereas the data validity check was accomplished by applying triangulation. The result of this research shows that the process of community empowerment in Legok Village, where the stages of empowerment were carried out by PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, was done through the awareness stage by using focus group discussion (FGD) activities. The transformation phase has been worked well by giving the training of handmade batik and natural dyes, so that the program was environmentally friendly and the stage of capacity building was performed by rendering a power to be able to thrive and commit the innovation. In the implementation of the program for developing handmade batik and natural dyes, the 5 indicators that quantified the success of the development of handmade batik dan natural dyes were welfare, access to information and resources, critical awareness, participation and control. In the activity of monitoring and evaluation that had been done by PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, it is necessary to improve the community’s ability in the program of creating the stamped batik because the handwriting batik which is produced by the group of Sipin Jajaran Batik has not been marketed widely because the price is quite expensive, so that the training program of making stamped batik is needed that will be processed faster and would be affordable for wider community. Other than that, the community who settles in Legok Village has not know yet about the empowerment program which was made by PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, so that the dissemination of the information is needed in order to gain more community to join this program.

Kata Kunci : corporate social responsibility, proses pemberdayaan masyarakat, program batik tulis dan pewarna alami

  1. S1-2019-379845-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379845-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379845-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379845-title.pdf