Analisis Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Tingkat Utang terhadap Besaran Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017)
REVINA PUTRI UTAMI, R.A. Supriyono, Prof., Dr., S.U., Ak., CA., CMA.
2019 | Skripsi | S1 AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan dan tingkat utang terhadap besaran manajemen laba. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling dengan perolehan 64 sampel perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Data sampel yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang terdiri dari tahun 2015-2017. Variabel tata kelola perusahaan diukur menggunakan empat proksi yaitu rapat direksi, rapat dewan komisaris, rapat komite audit, dan kualitas auditor. Variabel tingkat utang diukur menggunakan rasio total utang terhadap total ekuitas atau debt to equity ratio (DER). Besaran manajemen laba diukur dengan nilai absolut dari discretionary accruals yang dapat dihitung menggunakan model Modifikasian Jones. Penelitian ini terdiri dari dua hipotesis yang diuji dengan model regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian, tidak terdapat bukti yang mendukung bahwa tata kelola perusahaan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba sehingga hipotesis pertama ditolak. Sementara itu, hasil penelitian me-nunjukkan bukti yang mendukung hipotesis kedua, yaitu tingkat utang memiliki pengaruh positif signifikan terhadap besaran manajemen laba sehingga hipotesis kedua diterima.
This study aims to examine the effect of corporate governance and the level of debt on the amount of earnings management. The population used in this study are all manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange (IDX). Sample selection has done through purposive sampling method where 64 samples of companies met the research criteria. Sample data collected from secondary data for the period of 2015-2017. The corporate governance variable is measured using four proxies, such as board meetings, board of commissioners meetings, audit committee meetings, and auditor quality. The debt level variable is measured using debt to equity ratio (DER). The amount of earnings management is measured by the absolute value of discretionary accruals that can be calculated using the Modified Jones Model. This study consisted of two hypotheses which were tested with multiple regression models. Based on the results of the study, there is no evidence to support that corporate governance has a significant negative effect on earnings management so that the first hypothesis is rejected. Meanwhile, the results of the study show evidence supporting the second hypothesis that level of debt has a significant positive effect on the amount of earnings management, so that the second hypothesis is accepted.
Kata Kunci : manajemen laba,discretionary accruals,tata kelola perusahaan,tingkat utang,DER