Laporkan Masalah

Perkembangan Populasi Kutu Bulu Putih Ceratovacuna lanigera pada Lima Klona Tebu

WULAN FAJARWATI, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P.

2019 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMAN

Kutu bulu putih Ceratovacuna lanigera merupakan hama penting tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kutu bulu putih pada lima klona tebu. Penelitian dilakukan pada bulan November 2018 hingga Maret 2019 di Laboratorium Teknologi Pengendalian, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Klona tebu yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kidang Kencana, Bululawang, AW, PS 862, dan PS 864. Klona tebu berumur dua bulan dinfestasi dengan dua puluh ekor kutu per tanaman sebanyak tiga ulangan. Pengamatan perkembangan kutu dimulai setelah empat hari infestasi kemudian dilanjutkan dengan interval waktu lima hari sebanyak delapan pengamatan sampai tanaman berumur tiga bulan. Hasil analisis menunjukan jumlah nimfa dan kutu dewasa berbeda nyata antara klona AW dan Bululawang. Jumlah nimfa dan kutu dewasa tertinggi terdapat pada klona Bululawang. Klona tebu yang sangat sesuai untuk perkembangan kutu adalah Bululawang. Klona tebu Kidang Kencana, PS 862, dan PS 864 cukup sesuai sedangkan klona tebu AW tidak sesuai untuk perkembangan kutu bulu putih.

Sugarcane wolly aphid is an important pest in sugarcane plantations. The purpose of this research is to determine the suitability of aphid against five sugarcane clones. The research conducted in November 2018 until March 2019 at the Control Technology Laboratory, Department of Plant Pest and Disease, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta. The sugarcane clones used in this research are Kidang Kencana, Bululawang, AW, PS 862, dan PS 864. Sugarcane clones were invested with twenty sugarcane wolly aphid with three replications at two months old. Observation of the development of sugarcane wolly aphid began after four days of infestation then continued with a five-day interval of eight observations until the plants were three months old. The results of analysis showed that the number of nymphs and adult was significantly different between AW and Bululawang clones. The highest number of nymphs and adult is found in the Bululawang clone. The sugarcane clone that very suitable for the development of sugarcane wolly aphid is Bululawang. Kidang Kencana, PS 862, and PS 864 clones are quite suitable while AW clones are not suitable for the development of sugarcane wolly aphid.

Kata Kunci : kutu bulu putih, tebu, klona

  1. S1-2019-383459-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383459-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383459-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383459-title.pdf