pengelolaan potensi konflik atas politik elektoral
DEVIYANTI NUR RAHMAN, Dr. R.B. Abdul Gaffar Karim. S.I.P., M.A.
2019 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANAdanya potensi konflik yang timbul dikarenakan ketidak cocokan dengan politik electoral yang akan menjadi dampak didalam lingkungan kelompok masyarakat adat kampung naga.Resisten yang dilakukan masyarakat adat terhadap parpol menjadi sangat jelas bahwa masyarakat adat sendiri memiliki system yang kuat dalam menjalankan sistem politik yang ada didalam komunitas adat sendiri, sehingga arus politik dari luarmemikili batasan ketikaberhadapan dengan masyarakat adat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan konflik atas politik electoral di masyarakat adat kampung naga kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Naga, desa Neglasari, kec Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang di pakai adalah kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara langsung dengan narasumber-narasumber yang dianggap relevan dan mempunyai informasi yang valid terkait penelitian ini, dan kemudian penulis juga menggunakan data sekunder yang berasal dari berbagai literature, berita media masa, serta berbagai jurnal dan artikel di internet. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan potensi konflik atas politik electoral yang terjadi di lingkungan masyarakat adat kampung naga. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa upaya pengelolaan potensi konflik yang dilakukan masyarakat adat kampung naga atas politik electoral menggunakan dua metode strategi yaitu stategi kompromi dan strategi kerjasama antar pihak yang berkaitan, lalu menghasilkan beberapa solusi atas kesepakatan.Kesepakatan tersebut tidak adanya campur tangan pihak luhar terhadap politik di kampung naga, adanya batasan serta keterbukaan dalam menjalankan kampanye politik di kampung naga.
There are potential conflicts arising from incompatibility with electoral politics which will be taken into consideration in the environment of the Naga village indigenous groups. The resistance made by indigenous peoples to political parties became very clear about indigenous peoples having a strong system in the political system that existed in indigenous peoples, so that political currents from outside led to compilation dealing with indigenous peoples. Electoral districts in the traditional village of Kampung Naga, Tasikmalaya Regency. This research was conducted in Kampung Naga, Neglasari village, Salawu district, Tasikmalaya Regency. The research method used is qualitative by using the observation method, direct interviews with speakers who are considered relevant and have valid information related to this research, and then the authors also use secondary data obtained from various literature, mass media news, various journals and articles on the internet. This is related to a discussion of the potential for political conflicts that occur within the kampung Naga indigenous community. The research of this study is involves the potential for conflict by the Kampung Naga indigenous people over electoral politics using two methods of strategy, namely the compromise strategy and the strategy of cooperation between the parties involved, then produce several solutions to the agreement. This agreement does not reflect the party's interference with the politics in the Kampung Naga, there are restrictions and openness in political campaigns in the Kampung Naga. Keywords: management of potential conflict, electoral politics, and traditional culture of the kampung Naga
Kata Kunci : Kata kunci : pengelolaan potensi konflik, politik elektoral,dan budaya adat kampung naga.