Laporkan Masalah

PERBANDINGAN TINGKAT RISIKO KREDIT BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH SETELAH KRISIS EKONOMI GLOBAL (Studi pada Bank Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia dan Malaysia tahun 2011-2017)

AYUBI SOLAHUDIN A, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,

2019 | Tesis | Magister Manajemen

Lembaga keuangan merupakan salah satu institusi yang memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian suatu negara. Lembaga keuangan memiliki beberapa pengaruh terhadap kinerja ekonomi suatu negara dimana lembaga keuangan yang saya tekankan dalam penelitian ini adalah bank. Masyarakat menggunakan fasilitas bank, untuk berbagai keperluan baik jangka pendek, menengah, atau jangka panjang seperti menabung, investasi, dan hal lainya. Sistem perbankan yang sekarang sudah ada dan sedang berkembang saat ini ada dua yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah. Penelitian ini membandingkan tingkat risiko kredit sesama bank konvensional dan sesama bank syariah yang ada di Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan model non performing loan dan ZSCORE mulai dari setelah krisis ekonomi global sampai sekarang. Penelitian ini menguji semua data bank konvensional dan bank syariah di masing-masing negara yang diambil dari Bankscope. Risiko kredit menjadi satu topik sendiri yang menarik dari bank konvensional dan syariah karena beberapa alasan seperti mempengaruhi stabilitas keuangan, kemudian akad yang digunakan tidak terstandarisasi, terdapat beberapa akad yang justru semakin menambah risiko kredit dalam prakteknya, dan juga pemilihan alat hitung risiko kredit yang kurang tepat juga akan mempengaruhi kebijakan dalam melakukan kredit, serta pengawasan dan kontrol terhadap kredit tersebut. Selain itu faktor lain juga dilihat untuk perumusan hipotesis dalam penelitian seperti dampak pada ekspor akibat krisis ekonomi global, kemudian persentase penggunaan akad profit loss sharing, dan juga total pembiayaan yang dilakukan oleh bank. Kesimpulan dari hasil uji penelitian adalah ditemukan adanya perbedaan tingkat risiko kredit bank konvensional serta syariah di Indonesia dan Malaysia dengan model ZSCORE karena dilihat dari sisi ukuran perusahaan. Selain itu juga ditemukan adanya perbedaan tingkat risiko kredit sesama bank syariah di Indonesia dan Malaysia namun dilihat dari sisi total keseluruhan pembiayaan dan bukan dari sisi presentase penggunaan akad profit loss sharing seperti Mudharabah dan Musyarakah.

Financial institutions are one institution that has a close relationship with the economy of a country. Financial institutions have some influence on the economic performance of a country where the financial institutions that I emphasize in this study are banks. Communities use bank facilities, for various needs, both short, medium, or long term such as saving, investing, and other things. The banking system that now exists and is currently developing there are two, namely the conventional banking system and the Islamic banking system. This study compares the level of credit risk among conventional banks and fellow Islamic banks in Indonesia and Malaysia by using a non-performing loan model and ZSCORE starting from after the global economic crisis to the present. This study examines all data on conventional banks and Islamic banks in each country taken from Bankscope. Credit risk is one of its own interesting topics from conventional and Islamic banks for several reasons such as influencing financial stability, then contracts that are used are not standardized, there are several contracts that actually increase credit risk in practice, and also the selection of credit risk calculators is not appropriate will also influence policies in conducting credit, as well as supervision and control of these loans. In addition, other factors are also seen for the formulation of hypotheses in research such as the impact on exports due to the global economic crisis, then the percentage of use of profit loss sharing contracts, and also the total financing made by banks. The results obtained from hypothesis testing are found to be different in the level of credit risk of conventional and Islamic banks in Indonesia and Malaysia with the ZSCORE model because it is seen in terms of company size. In addition, there were also differences in the level of credit risk among fellow Islamic banks in Indonesia and Malaysia, but it was seen in terms of total overall financing and not from the percentage side of the use of profit loss sharing contracts such as Mudharabah and Musyarakah.

Kata Kunci : risiko kredit, non performing loan, ZSCORE, syariah dan konvensional.

  1. S2-2019-421712-abstract.pdf  
  2. S2-2019-421712-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-421712-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-421712-title.pdf