KINERJA PERTUMBUHAN PASCASAPIH SAPI HASIL PERSILANGAN BELGIAN BLUE DENGAN BRAHMAN CROSS
MUFTI SIDIK, Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.
2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pertumbuhan pascasapih sapi persilangan Belgian Blue dengan Brahman Cross (BX). Materi yang digunakan berupa 18 ekor sapi sapihan berumur 6 bulan, yang terdiri atas enam sapi persilangan Belgian Blue dengan BX dan 12 ekor sapi BX. Sapi yang digunakan dipelihara dalam kandang lepas dengan alas liter. Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat dengan kualitas dan kuantitas yang sama serta air minum yang diberikan secara bebas. Pengamatan ini dilakukan selama 6 bulan. Variabel yang diamati adalah lingkar dada, panjang badan, tinggi gumba, dan bobot badan. Data yang diperoleh dianalisis dengan One-way analysis of variance pola satu arah, khusus untuk pertambahan ukuran tubuh dan bobot badan harian dilakukan analisis kovariansi dengan ukuran dan bobot awal sebagai kovariat. Sapi persilangan Belgian Blue dan BX pada umur 12 bulan memiliki ukuran tinggi gumba, lingkar dada, panjang badan, dan bobot badan secara berturut-turut masing-masing adalah 118,02±7,01 dan 104,69±5,61 cm, 160,58±10,79 dan 134,42±7,63 cm, 129,07±4,99 dan 101,95±6,83 cm, dan 339,86±43,48 dan 204,63±28,66 kg. Semua ukuran tubuh dan bobot badan sapi persilangan Belgian Blue memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi BX (P<0,05). Pertambahan tinggi gumba, lingkar dada, panjang badan, dan bobot badan harian sapi persilangan Belgian Blue dan BX secara berturut-turut masing-masing adalah 0,09±0,01 dan 0,07±0,01 cm/hari, 0,16±0,02a dan 0,18±0,01 cm/hari, 0,23±0,01 dan 0,12±0,01 cm/hari, serta 0,87±0,06 dan 0,63±0,04 kg/hari. Pertambahan panjang badan, dan bobot badan perhari sapi persilangan Belgian Blue memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan sapi BX (P<0,05), tetapi pada pertambahan lingkar dada dan tinggi gumba harian menunjukan nilai yang berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa persilangan dengan sapi Belgian Blue dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan pascasapih sapi BX.
The aim of this study was to observe growth performance of post-weaning of Belgian Blue cattle with Brahman Cross (BX). The material used was in the form of 18 weaning age aged 6 months, consisting of six Belgian Blue crosses with BX and 12 BX cattle. The cows used are kept in a loose cage with a liter base. The food provided is in the form of forages and concentrates of the same quality and quantity as well as drinking water which is freely given. This observation was carried out for 6 months. The variables of observed are withers height, heart girth, body length, and body weight. The data obtained were analyzed by One-way analysis of variance, specifically for body size increase and daily body weight analysis of covariance with the size and initial weight as covariates. Belgian Blue crossbred and BX cattle at 12 months of age have withers height, heart girth, body length, and body weight were 118,02±7,01 and 104,69±5,61 cm, 160,58±10,79 and 134,42±7,63 cm, 129,07±4,99 and 101,95±6,83 cm, and 339,86±43,48 and 204,63±28,66 kg respectively. All body sizes and body weights of Belgian Blue crossbred have higher values compared to BX cattle (P <0.05). The increase in withers height, heart girth, body length, and body weight of Belgian Blue crossbred and BX cattle were 0,09±0,01 and 0,07±0,01 cm/day, 0,16±0,02a and 0,18±0,01 cm/day, 0,23±0,01 and 0,12±0,01 cm/day, and 0,87±0,06 and 0,63±0, 04 kg/day respectively. The increase in body length, and body weight per day of Belgian Blue crossbred have higher values compared to BX cattle (P<0,05), but the increase in withers height and heart girth showed different values were not significant. It was concluded that crossing with Belgian Blue cattle could improve the postharvest growth performance of BX cattle.
Kata Kunci : Sapi Belgian Blue, sapi Brahman Cross, pascasapih, persilangan