Laporkan Masalah

Komunikasi Strategis Organisasi Non Profit di Media Digital (Studi Kasus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam Mengomunikasikan Islam Nusantara)

DEWI ROSFALIANTI A, Adam W Sukarno, S.I.P, M.A.

2019 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Komunikasi strategis merupakan langkah perencanaan yang penting bagi organisasi untuk mencapai tujuannya. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi massa Islam terbesar di Indonesia tentu menjalankan komunikasi strategis demi mencapai tujuannya, salah satunya adalah isu Islam Nusantara yang pertama kali digulirkan pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Jombang Jawa Timur tahun 2015 lalu. Islam Nusantara yang diperkenalkan NU hadir sebagai bentuk dakwah Islam sekaligus bentuk perlawanan terhadap gerakan Islam Transnasional dan Islam puritan yang membawa spirit beragama yang radikal dan intoleran demi menciptakan kondisi masyarakat Indonesia yang adil dan damai, dan PBNU sebagai organisasi pusat menjalankan strategi untuk mengomunikasikan Islam Nusantara kepada publik, terutama di media digital. Peneliti menggunakan pemikiran Pamela Shockley dan Sally J. Petterson sebagai landasan teori dan rujukan dalam melakukan analisis temuan. Adapun komunikasi strategis yang dilakukan oleh PBNU berdasar pada tiga aspek komunikasi strategis menurut Pamela Shockley yaitu analisis data lingkungan, pemilihan strategi dan tujuan organisasi.

Strategic communication is an important planning process for organization to achieve its goal and purpose. Nahdlatul Ulama as the largest Islamic mass organization in Indonesia certainly carried out strategic communication in order to achieve its goals, such as Islam Nusantara, widely known as NU's big agenda that was first brought as a theme for the 33th Muktamar Nahdlatul Ulama in Jombang, East Java 2015. Islam Nusantara was introduced by NU as a form of Islamic da'wah as well as a form of resistance to Transnational Islamic movement and puritanical Islam that brought the spirit of radicalism and intolerancy. Islam Nusantara was also introduced as the solution to create a peaceful condition in terms of Indonesian religious life, and PBNU as the central manager of NU carried out a strategy to communicate the meaning of Islam Nusantara to public, especially in digital media. The researcher used the ideas of Pamela Shockley and Sally J. Petterson as the theoretical foundation and references in conducting findings analysis. The strategic communication carried out by PBNU is based on three aspects of strategic communication according to Pamela Shockley, namely analysis of environmental data, selection of strategies and organizational goals.

Kata Kunci : Nahdlatul Ulama, Islam Nusantara, komunikasi strategis, organisasi nonprofit, media digital, media sosial

  1. S1-2019-365929-abstract.pdf  
  2. S1-2019-365929-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-365929-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-365929-title.pdf