Pengelolaan Rantai Pasok Ikan di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia Jakarta
ROFI WIMA RESTIANTO, Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D.
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIKPersaingan usaha menuntut industri perikanan untuk mengembangkan inovasi salah satunya dengan pengelolaan rantai pasok yang baik. Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Jakarta, dengan tujuan untuk mengetahui ketersediaan ikan dan alirannya (ikan, informasi dan finansial), mengidentifikasi permasalahan dalam pengelolaan aliran tersebut, dan menyusun model rantai pasok ikan pada kasus Perum Perindo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang ada di Perum Perindo Jakarta terdiri dari ikan pelagis, demersal, mollusca, dan ikan air tawar. Secara rata - rata 95% ikan didapatkan dari luar Jakarta. Pemasaran produk ditujukan untuk pasar ekspor dan sebagian untuk pasar domestik. Perusahaan mendapatkan informasi dari beberapa supplier dan nelayan yang berkerjasama dengan Perum Perindo. Metode pembayaran menggunakan dua sistem yaitu pembayaran langsung (cash) dan uang muka. Permasalahan yang dihadapi diantaranya kepastian ketersediaan ikan karena keterbatasan suplai akibat jumlah kapal penangkapan yang masih sedikit. Model rantai pasok komoditas ikan yang ada di Perum Perindo Jakarta terdiri dari beberapa langkah yaitu nelayan, pemasok, pabrik, perusahaan mitra, distributor, dan pedagang.
Business competition demands the fishing industry to develop innovations including in supply chain management. This research was conducted on the General Fisheries Company (Perum Perindo) Indonesia in Jakarta, with three main purposes: to find out the availability of fish and the flow (fish, information and financial), to identify problems in managing the flow, and to put together a supply chain model of fish in the case of Perum Perindo. The methods used in this research is a case study. The study showed that Perum Perindo Jakarta manage various group of fish, consists of pelagic fish, demersal fish, molluscs, and fresh water fish. About 95% of fish obtained from outside Jakarta, and the rest from Jakarta such as Muara Angke, Muara Baru and surrounding. The fish products distribute mainly for export market and partly to the domestic market. Companies get information from several suppliers and fishermen who partners with Perum Perindo. The payment method used in the transaction consist of two systems, namely direct payments (cash) and down payment. Problems encountered include the availability and continuity of fish suppy due to one of which the lack of fishing boat numbers (fishing effort). Fish commodities supply chain model in the Perum Perindo Jakarta consists of several steps, namely fishers, suppliers, factories, corporate partners, distributors, and traders.
Kata Kunci : arus finansial, arus ikan, arus informasi, nelayan, Perum Perindo, rantai pasok.