Laporkan Masalah

KEBERLANJUTAN KOTA BERBASIS INDUSTRI DI PANGKALAN KERINCI, KABUPATEN PELALAWAN

Sendri Pratiwi, Retni Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kota sejatinya sebagai pusat pelayanan dan hidup dari sektor tersier, tetapi banyak kota yang masih bergantung pada sektor sekunder, khususnya sektor industri. Ketergantungan ini juga terjadi pada Kota Pangkalan Kerinci yang merupakan ibukota Kabupaten Pelalawan. Dampak ketergantungan ini terlihat dari cukup besar nya kawasan industri April Group di Pangkalan Kerinci. Tidak hanya itu, hal ini juga membentuk dinamika pada aspek fisik, kependudukan, ketenagakerjaan serta perekonomian yang akhirnya mengarah pada transformasi struktural ekonomi mikro di Pangkalan Kerinci. Keberadaan kawasan industri yang bergerak pada industri pengolahan kayu tentu membutuhkan bahan baku dari alam. Padahal ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam, seharusnya mulai dialihkan bahkan dihilangkan untuk keberlanjutan kota dan daerah sekitarnya. Berdasarkan permasalahan di atas dibutuhkan sebuah penelitian tentang perkembangan Kota Pangkalan Kerinci dari beberapa aspek akibat adanya kawasan industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduksi kualitatif untuk menggambarkan keberlanjutan ekonomi Kota Pangkalan Kerinci yang dipengaruhi oleh dampak dari eksistensi kawasan industri, dimana dampak yang ditimbulkan berupa multiplier effect dan akan mengarahkan pada transformasi struktural ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, dinamika yang terjadi di Kota Pangkalan Kerinci mayoritas mengarah pada peningkatan. Dinamika tersebut sangat tergantung pada eksistensi kawasan industri April Group yang memiliki kontribusi lebih dari 50% pada perekonomian Kabupaten Pelalawan. Dinamika yang terjadi khususnya pada perekonomian mengarahkan pada transformasi struktural ekonomi mikro di Pangkalan Kerinci, jika dibandingkan dengan eksistensi kawasan industri. Hasilnya tidak terjadi transformasi struktural ekonomi perekonomian jika dilihat dari data ekonomi, namun jika dilihat dari perkembangan fungsi yang ada dan diindikasi dari perkembangan sarana tersiernya maka terjadi peningkatan yang signifikan yang menjadikan Pangkalan Kerinci sebagai kota pelayanan bagi dirinya sendiri maupun daerah sekitarnya. Hal ini menjadikan Pangkalan Kerinci masih tetap bergantung pada kawasan industri April Group sebagai motor penggerak perekonomian. Ketergantungan ini menuntut pada keberlanjutan kawasan industri, karena sebanding dengan keberlanjutan ekonomi Pangkalan Kerinci. Hasil analisis keberlanjutan yang dilihat dari backward linkage kawasan industri, maka kawasan industri akan terus berlanjut dengan memanfaatkan lahan cadangan hutan produksi seluas 35,34% secara optimal hingga tahun 2022 dan akan terus berlanjut hingga waktu yang cukup lama jika menerapkan prinsip keberlanjutan yaitu tebang tanam.

The truth, city is should be a service center and lives from the tertiary sector, however there have been cities depended on the secondary sector, especially the industrial sector. It is also experienced in Pangkalan Kerinci City as the capital of Pelalawan District. Impact of this dependence can be seen the existence of the April Group industrial area in Pangkalan Kerinci. In addition, the impact is also formed the dynamics on physical aspect, population, employment and economy which ultimately leads to the struktural transformation of microeconomics in Pangkalan Kerinci. The existence of industrial area, especially in wood processing industry certainly requires raw materials from nature. However, an economy that relies on natural resources, it should begin to be diverted or even eliminated for sustainability of the city and surrounding. Following these problem was needed to conduct study on the development aspect of Pangkalan Kerinci City due to industrial area. This study used a qualitative deduction approach to describe the economic sustainability of Pangkalan Kerinci City which was influenced by the impact of industrial area, where the impact was a multiplier effect and would lead to economy struktural transformation. The result showed that in general, the dynamics in Pangkalan Kerinci City mostly leaded to improvement. The dynamic was dependent on the existence of the April Group industrial area which contributed for more than 50% to Pelalawan District’s economic. The dynamics, especially in the economy that leaded to the microeconomics struktural transformation in Pangkalan Kerinci City compared with the existence of industrial area. As a result, is that there was no structural transformation of the economic economy when viewed from economic data, however when viewed from the development of functions that were indicated by the development of tertiary facilities, a significant increase has made Pangkalan Kerinci a service city for itself and the surrounding area. This makes Pangkalan Kerinci still dependent on the April Group industrial area as a driving force for the economy. This dependence demanded the sustainability of industrial area, because it was comparable to economic sustainability of Pangkalan Kerinci City. The results of the sustainability analysis seen from the backward linkage, the industrial area will continue to utilize production forest reserve 35.34% area optimally until 2022 and will continue for quite a long time if implemented the principle of sustainability namely cut and plant.

Kata Kunci : Keberlanjutan Kota, Kawasan Industri, Multiplier Effect, Tranformasi Struktural Ekonomi, Dinamika Kota, Kota Pangkalan Kerinci

  1. S1-2019-379900-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379900-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379900-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379900-title.pdf