DESA DALAM PUSARAN INDUSTRI PARIWISATA (Studi Kasus Alih Kepemilikan Lahan Oleh Masyarakat Tani Desa Antap, Kabupaten Tabanan, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali)
Nyoman Ayu Sukma Pramestisari, Dr. Muhammad Najib Azca, S.Sos., M.A.
2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIDinamika permasalahan agraria dalam tanah agraris dengan spesifik lokasi di Desa Antap Tabanan Bali menjadi fokus bahasan skripsi ini. Melalui kolaborasi empat teori yaitu Dualisme Ekonomi milik Boeke, Urbanisasi milik Goede, Modernisasi Pembangunan Agraria milik Schoorl dan Perangkap Kemiskinan milik Chambers, penelitian ini membedah secara kritis terkait faktor pendorong, proses sosial hingga analisis kehidupan masyaraka tani paska menjual lahan pertanian mereka. Penelitian ini menemukan bahwa peran besar atas dominasi sistem kapitalime terhadap sistem subsisten dalam implementasi kebijakan pemerintah yang mengesampingkan sektor pertanian menjadi inti kasus massifnya alih kepemilikan lahan. Permasalahan sektor pertanian mengakibatan masyarakat mencari jalan pintas untuk kehidupan mereka disamping mereka juga tergiur dengan kekayaan dengan cara mudah. Sinergi semu ini mengakibatkan modernisasi pembangunan agraria tidak mengalami kemajuan justru sebaliknya. Menjadi sebuah ironi ketika kehidupan masyarakat tani paska menjual alat produksi justru mengalami penurunan taraf hidup akibat kemampuan manajemen keuangan yang minim. Penurunan taraf hidup masyarakat tani akhirnya menjerumuskan sebagian masyarakat tani pada perangkap kemiskinan yangmana sangat mustahil untuk keluar akibat habisnya seluruh kapital mereka.
The dynamics of agrarian problem in Antap Village, Tabanan Regency, Bali is being put under the microscope of this thesis research. In the collaboration of four theories, such as Economic Dualism from Boeke, Urbanization from Goede, Modernization of Agrarian Development from Schoorl, and Poverty Trap from Chamber, this research analyses the supporting factors, social processes, also giving social analysis on the farmers life after selling their farming land. This research is done using qualitative method with instrumental case studies approach by Creswell and the data were collected through observation, in deepth interview also literature review. Land-selling in Antap Village is only appeared to be an instrument in understanding the specific cases of rushes by industries of tourism in the social life of farming society. Through the elaboration of primary and secondary data this research found out that the big role of capitalism in the subsistence system of the government policy implementation, which overlooked the agricultural sector, becoming the main factor on the massive land-selling. Agricultural problem has been one of the reason why people chose an easy way out, aside of being tempted by instant wealth. This false synergy led to the modernization of agrarian development that is not happening at all. Such an irony when farmers life after selling their means of production came less good compared to their life before, caused by lack of financial management ability. This drop farmers life then led some farmers into a poverty trap where it is impossible for them to get out from since that they have no capital left.
Kata Kunci : Alih Kepemilikan Lahan, Perangkap Kemiskinan, Pariwisata, Pertanian, Masyarakat Tani Desa Antap