Laporkan Masalah

Karakteristik Third Place dan Tipologi Kafe di Yogyakarta (Kasus: Kawasan Karangwuni dan Sekitarnya)

TALENTA NANDA SIREKI, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Third place didefinisikan sebagai ruang yang sering didatangi untuk berinteraksi secara informal (Oldenburg, 1989). Perkembangan teknologi, cenderung memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktivitas kesehariannya, misalnya dalam berinteraksi, bekerja, dan lain-lain. Perkembangan ini turut menyebabkan terjadinya pergeseran bentuk interaksi dan aktivitas yang dilakukan di dalam third place, sehingga dapat merubah karakteristik third place. Kafe merupakan salah satu bentuk third place yang ada di Yogyakarta, dan mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kawasan dengan pertumbuhan kafe yang pesat yakni kawasan sekitar kampus perguruan tinggi, sebagai contoh adalah Kawasan Karangwuni dan sekitarnya (Karangwuni, Karanggayam, Karangasem baru, Karangbendo, dan Karangmalang). Pertumbuhan pesat kafe mampu menimbulkan beragam tipologi dan perkembangan spasial pada kafe sebagai third place, yang turut dipengaruhi oleh faktor pembentuk tipologi. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan karakteristik kafe sebagai third place, tipologi dan perkembangan spasial, serta mengidentifikasi faktor pembentuk tipologi pada kafe sebagai third place di Kawasan Karangwuni dan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mix-method dengan pendekatan penelitian deduktif-eksploratif. Penelitian dilakukan pada kafe sebagai third place yang dibuka antara tahun 2016-2018 dan berlokasi di Kawasan Karangwuni dan sekitarnya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada 248 responden, dan observasi lapangan. Data dianalisis dengan melihat kecenderungan secara kuantitatif berdasarkan analisis grafik dan analisis crosstab, kemudian dibandingkan dengan metode kualitatif guna menarik kesimpulan tentang fenomena yang terjadi terkait karakteristik third place, penentuan tipe dalam tipologi, dan faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan tipologi. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling, dengan kriteria responden yang pernah mengunjungi kafe sebagai third place di Kawasan Karangwuni dan sekitarnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik third place pada kafe di Kawasan Karangwuni dan sekitarnya masih sesuai dengan karakteristik yang dikemukakan oleh Oldenburg. Namun demikian, ditunjukkan pula mulai terjadinya pergeseran bentuk interaksi dan aktivitas yang dilakukan. Analisis tipologi yang dilakukan menunjukkan adanya beberapa tipe kafe yang sesuai dengan bentuk penggunaan co-working space dan terdapat kecenderungan spasial dalam tipologi berdasarkan aktivitas. Adapun beberapa faktor pembentuk tipologi memiliki hubungan dengan setting ruang dalam mendukung perilaku penggunanya.

Third place is defined as a space often visited for interactions in an informal nature (Oldenburg, 1989). Technology advancements tend to ease human in daily activities, such as social interactions, works, etc. It also triggers the transformation of the characteristics of third place, especially in the forms of interactions and activities. One type of the third place that exists in Yogyakarta is cafe, which have been facing significant developments within the past few years, more specifically cafes in higher education campuses surrounding areas, such as Karangwuni and the areas nearby (Karangwuni, Karanggayam, Karangasem baru, Karangbendo, dan Karangmalang). It drives the creation of typology and spatial development of those cafes, which are affected by a number of factors that construct the typology. This research is aimed to explore the third place characteristics, typology, spatial development, and identify factors that construct the typology of cafes as third place in Karangwuni area and the area nearby. The research method used in this study was a mix-method, with deductive-explorative approach. This study is conducted on cafes as third place, which were opened during the period between 2016 to 2018, and located in Karangwuni area and the areas nearby. The data were collected using questionnaire method, with 248 respondents, as well as field observation. The data were analysed by quantitatively perceiving the trends, conducted through graphic analysis and crosstab analysis. It is, then, followed by comparing the findings through a qualitative method in order to draw the conclusion on the phenomenon happened to the third place characteristics, types identification in typology analysis, and the identification of factors in constructing the typology. The sampling in this study used the convenience sampling method, with criteria of respondents, who visited cafes as a third place in Karangwuni and the areas nearby. The results of this study shows that the characteristics of cafes in Karangwuni and the areas nearby as a third place are still in accordance with Oldenburg's characteristics. However, it is also revealed that there have been shifts of the form of interactions and activities within the cafes space. Typology analysis showed that there are several types of cafes that match with the form of co-working space, and there are spatial trends in typology based on activity. Meanwhile, some factors constructing the typology have relation with space settings in determining the behaviors of the users.

Kata Kunci : third place, kafe, aktivitas, interaksi, tipologi

  1. S1-2019-384909-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384909-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384909-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384909-title.pdf