Laporkan Masalah

PENGARUH KEMASAKAN DAN LAMA PENYIMPANAN BIJI PERUPUK (Lophopetalum multinervium, Ridl) TERHADAP KEMAMPUAN PERKECAMBAHANNYA

Yuli Inmaryoto, Dr. Ir. Mohammad Sambas Sabarnudin, M.Sc., Ir. Soedjoko Dirdjosoemerto, MS.

1994 | Skripsi | S1 BUDIDAYA HUTAN

Biji perupuk (Lophopetalum multinervium, Ridl) relatif cepat berkecambah sehingga biji yang telah dikumpulkan dari hasil memungut biji-biji yang jatuh, harus segera dikecambahkan. Akibatnya persediaan bibit hanya untuk periode penanaman tertentu dari hasil musim buah waktu itu. Akan terjadi persediaan bibit yang kosong karena biji tidak didapatkan pada waktu pohon tidak berbuah. Perlu diketahui daur kemasakan biji yang tepat agar didapatkan biji yang masih berkecambah dengan baik setelah disimpan selama 5 minggu atau lebih. Pengaruh penyimpanan terhadap kemampuan perkecambahan biji pada berbagai tingkat kemasakan biji penting untuk diketahui. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa biji perupuk masak mempunyai prosen perkecambahan yang paling tinggi setelah disimpan 5 minggu, yaitu 98,16%. Berturut-turut untuk biji masak, jatuhan dan biji muda adalah 93,6% untuk biji masak, 65,57% biji jatuhan dan 37,23% biji muda. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa biji perupuk masak paling tepat untuk digunakan sebagai bibit di persemaian. Selain memiliki prosen perkecambahan yang tinggi juga tahan lama bila disimpan. Penyimpanan dengan alat yang lebih baik akan didapatkan biji perupuk yang lebih tahan lama bila disimpan.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1994-64710-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1994-64710-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1994-64710-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1994-64710-title.pdf