Laporkan Masalah

Strategi Inovasi Kelembagaan Pada Kelompok Pengelola Desa Wisata Kaki Langit Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

AYU PRAMIYASTUTI, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M,Si

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Pengelolaan pariwisata pedesaan merupakan salah satu komoditas ekonomi yang saat ini sedang mengalami perkembangan. Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki 39 desa wisata yang menyajikan keunikan sosial dan budaya masing-masing. Penelitian ini akan membahas mengenai Strategi Inovasi Kelembagaan pada Desa Wisata Kaki Langit, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Desa Wisata Kaki Langit mulai merintis kegiatan pengelolaan pariwisata di Dusun Mangunan sejak tahun 2014. Alasan kuat yang melatarbelakangi terbentuknya lembaga ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dusun Mangunan, karena sebelum adanya lembaga ini, warga hanya bekerja sebagai petani dan buruh yang tidak meiliki pekerjaan yang tetap dan berimbas pada pendapatan yang tidak tetap. Diharapkan dengan adanya lembaga pengelolaan pariwisata desa di Dusun Mangunan ini, warga dapat terlibat sebagai pelaku wisata yang mampu melakukan inovasi produk wisata serta meningkatkan kapasitas mereka dalam hal melayani pengunjung wisata. Berbagai pendekatan dan sosialisasi pada warga Dusun Mangunan dilakukan agar warga dapat terlibat sebagai pelaku wisata. Perkembangan inovasi yang muncul dalam pengelolaan Desa Wisata Kaki Langit meliputi inovasi produk wisata, budaya, dan sosial. Penelitian ini menggunakan konsep Inovasi Kelembagaan dan Strategi Inovasi Kelembagaan. Kedua konsep ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah mengenai strategi serta hambatan yang dialami oleh Kelompok Pengelola Desa Wisata Kaki Langit. Pada penelitian ini, informan yang berhasil diwawancarai berjumlah sebelas orang yang terdiri dari Bagian Kelembagaan Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Ketua Forum Komunikasi Homestay Kabupaten Bantul, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Mangunan, Dukuh Mangunan, Pengelola Desa Wisata Kaki Langit, dan warga yang terlibat secara langsung sebagai pelaku wisata di Dusun Mangunan. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive untuk mendapatkan informasi secara mendalam. Pengumpulan informasi dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi berupa foto kegiatan. Penelitian yang yang dilakukan dengan menganalisis pengelolaan Desa Wisata Kaki Langit dengan kuadran yang digambarkan oleh Kusworo (2015) mengenai Peluang Kelembagaan (Moment of Institution) menunjukkan hasil bahwa pada formation, lembaga ini mengalami kekosongan struktur yaitu pada posisi ketua dan aktor pada pengelola melakukan modifikasi pada kekosongan struktur dengan memberdayakan generasi muda untuk terlibat sebagai pelaku wisata, pengurus, dan melakukan promosi Desa Wisata Kaki Langit. Hambatan yang muncul adalah karena banyak dari generasi muda di Dusun Mangunan yang masih bersekolah dan berkuliah, sehingga pemberdayaan generasi muda untuk terlibat sebagai pelaku wisata masih belum dapat dilaksanakan secara optimal. Pengelola melakukan kerja sama dengan pihak luar untuk dapat membantu usaha promosi desa wisata di Dusun Mangunan. Kegiatan promosi dan publikasi yang dilakukan dengan bekerja sama bersama pihak eksternal berhasil meningkatkan jumlah kunjungan tamu yang datang ke Desa Wisata Kaki Langit.

Rural tourism management is one of the economic commodities that is currently developed by the government. Bantul Regency is one of the five regencies in Yogyakarta which has thirty-nine tourist villages that present their local wisdom. This study will disscuss about Institutional Innovation Strategy in Kaki Langit Tourism Village, Mangunan Village, Dlingo District, Bantul Regency. Kaki Langit Tourism Village began started tourism activities since 2014. The reason behind the establishment of this institution was to improve the welfare of Mangunan community., before this institution was established, residents only worked as farmers and laborers who did not have permanent jobs and its impact to their income. Various approaches and outreach to the Mangunan residents were carried out so that they could be involved as tourism actors. The development of innovations that emerged in the management of Desa Wisata Kaki Langit includes innovation in tourism, culture, and social products. This study uses the concept of Institutional Innovation and Institutional Innovation Strategy. Both of these concepts are used to answer the research question regarding the strategies and obstacles experienced by Kaki Langit Tourism Village management group. In this study, eleven informant were interviewed consisting Bantul Regency Tourism Office, Chairman of FORKOM Homestay Bantul Regency, Chair of the POKDARWIS Mangunan, Mangunan Village Government, Managers of Kaki Langit Tourism Village, and residents. Determination of informants is done by using a purposive technique to get information in depth. information collection is done by observation, in-depth interviews, and documentation in the form of photos of activities. The research conducted by analyzing the management of Kaki Langit Tourism Village with quadrants described by Kusworo (2015) concerning Moment of Institution showed that in formation, this institution experienced a vacuum of structure. This institution making modification to emptiness of structure by empowering the younger generation in Mangunan to be involved as tourism actors, administrators, and to promote Kaki Langit Tourism Village. The obstacle that arises is that many younger generation in Mangunan are still in school and studying, so that the empowerment of young generation to be involved as tourism actors still cannot be optimally implemented. The manager cooperates with external parties to be able to help promote Kaki Langit Tourism Village. Promotional and publication activities carried out in collaboration with external parties succeeded in increasing the number of guests visits.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan Desa Wisata, Inovasi Kelembagaan

  1. S1-2019-384219-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384219-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384219-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384219-title.pdf