Laporkan Masalah

PROFILING METABOLIT BENGLE (Zingeber cassumunar Roxb.) DARI KARANGANYAR, WONOGIRI DAN KULON PROGO BERDASARKAN ANALISIS 1H-NMR

MOHAMAD ULIL ABSOR, Respati Tri Swasono, S.Si., M.Phil., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 KIMIA

Profil bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dari Kulon Progo, Karanganyar dan Wonogiri telah dipelajari dengan 1H-NMR yang dikombinasikan dengan analisis multivariat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh profil metabolit sekunder rimpang bengle dari ketiga daerah tersebut dengan instrumen 1H-NMR (2) untuk mengetahui kemampuan instrumen 1H-NMR yang dikombinasikan dengan analisis multivariat dalam membedakan sampel bengle dari ketiga daerah tersebut. Sampel serbuk bengle yang telah dipreparasi diekstrak dengan pelarut metanol-d4 dan ditambah standar internal TMSP. Sampel divortex selama 1 menit lalu diultrasonikasi selama 10 menit dan yang terakhir disentrifuge selama 10 menit dengan kecepatan 10.000 rpm. Sampel dianalisis dengan 1H-NMR sebanyak 128 kali scan. Data spektra kemudian diolah menggunakan perangkat lunak MNOVA 12 dan SIMCA 14. Model analisis yang digunakan adalah PCA , PLS-DA dan OPLS-DA. Hasil interpretasi spektra 1H-NMR menunjukkan metabolit sekunder ketiga sampel mirip satu sama lain. Senyawa metabolit sekunder bengle yang telah diketahui memiliki aktivitas anti inflamasi dapat diketahui dengan jelas dari hasil interpretasi tersebut. Hasil lain menunjukkan analisis multivariat dapat mengelompokkan sampel dari masing-masing daerah dengan model OPLS-DA sedangkan pada model PCA dan PLS-DA hanya terpisah menjadi 2 kelompok data. Nilai R2 dan Q2 uji permutasi model analisis PLS-DA dan OPLS-DA berturut turut adalah 0.995; 0,996; 0,900 dan 0,948. Kandungan mikronutrien dan makronutrien tanah berpengaruh pada beberapa metabolit sekunder.

Metabolit profiling of Bengle (Z.cassumunar) from Kulon Progo, Karanganyar and Wonogiri has been studied using 1H-NMR combined with multivariate analysis. The aims of this research was to find out secondary metabolites profile of Bengle from those location using 1H-NMR instrument (2) to determine the ability of 1H-NMR instrument combined with multivariate analysis to distinguish between Bengle from Kulon Progo, Wonogiri and Karanganyar (3) to find out how micronutrient and macronutrient affect the secondary metabolite of Bengle. Bengle powder that has been prepared were extracted using methanol-d4 and added TMSP standard. Samples were mixed using vortex for 1 min, ultrasonicated for 10 min and then sentrifuged for 10 minutes at 10.000 rpm. Sample were analyzed by using 1H-NMR with 128 scans. Spectra was processed using MNOVA 12 and SIMCA 14 software. Analysis models that used for analysis were PCA, PLS-DA and OPLS-DA. 1H-NMR spectra showed that secondary metabolite simillar each other. Secondary metabolites that had anti-inflammatory activity clearly interpreted. Multivariat analysis could grouped each region with the OPLS-DA model while the PCA and PLS-DA models only separated into 2 groups of data. The values of R2 and Q2 permutation test of PLS-DA and OPLS-DA model were 0.995, 0,996, 0.900, and 0.948. Micronutrient and macronutrient of soil affected to some secondary metabolite.

Kata Kunci : bengle (Zingiber cassumunar Roxb.), 1H-NMR, profile, secondary metabolite, multivariat analysis.

  1. S1-2019-365662-bibliography.pdf  
  2. S1-2019-365662-Tableofcontent.pdf  
  3. S1-2019-365662-title.pdf