Kecemasan pada Penderita Anorexia Nervosa
Fauzia Ramadhani, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPada masa remaja perempuan memiliki kecenderungan untuk mencari pengakuan dan penerimaan pada lingkungan sosialnya. Salah satu cara yang dilakukan mereka adalah melakukan konformitas akan persepsi badan yang ideal. Konformitas ini dapat mengembangkan rasa cemas terhadap penampilan fisik ketika badan mereka tidak masuk pada kategori badan ideal. Ketika kecemasan berangsur-angsur maka individu akan mengembangkan gangguan makan seperti Anorexia Nervosa (AN). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan peranan kecemasan pada AN. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologi dan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) sebaga analisis data. Responden penelitian ini adalah dua perempuan dewasa muda yang pernah dan sampai saat ini mengalami AN. Pengambilan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam. Cara pengambilan data sekunder menggunakan wawancara dengan significant others. Hasil yang ditemukan menyatakan bahwa kecemasan terhadap penampilan fisik merupakan gejala awal dari AN dan berperan sebagai komponen yang mempertahankan gangguan pada individu.
Teenagers especially teenage girls whom is searching for acknowledgement from their social environment would likely to conform with their idea of ideal body image. This kind of conformity could cause those teenage girls develop an anxiety towards their physical appearance if their body doesnt qualified as an ideal body. If its prolonged then they will develop an eating disorder, such as Anorexia Nervosa (AN). The purpose of this study is to advocate Indonesian people about the role of anxiety in developing and also maintaining AN. Respondents of this study is two young adult female that was and still is an anorexic. The research method uses phenomenological qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) as data analysis. The primary data was collected through an in-depth interview. Secondary data was obtained by interviewing the significant others. The result showed that the onset of AN is anxiety towards physical appearance and also it maintains the disorder. AN would likely to be non existence if the anxiety could be coped well and doesnt interfere with ones life.
Kata Kunci : anorexia nervosa, gangguan makan, kecemasan, penampilan fisik