Laporkan Masalah

PENDUGAAN NILAI HERITABILITAS PERTUMBUHAN AYAM KAMPUNG NORMAL DAN WALIK

Hartanto, Dr. Ir. Jafendi H. Purba Sidadolog

1998 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heritabilitas pertumbuhan ayam kampung Normal dan Walik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ternak Unggas Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta selama 8 bulan(Januari-Juli 1995). Materi yang digunakan 138 ekor DOC yang terdiri dari 84 ekor ayam Normal dan 54 ekor ayam Walik yang diperoleh dari basil perkawinan 6 ekor pejantan tetua(3 ekor Normal dan 3 ekor Walik)dengan 30 ekor betina(15 ekor Normal dan 15 ekor Walik). Setiap pejantan dipasangkan dengan 5 ekor betina induk dengan pasangan perkawinan pejantan normal dengan betina normal(NN), pejantan walik dengan betina walik(WW). Anak ayam dipelihara seoara intensif selama 12 minggu dengan menggunakan kandang koloniberdasarkan penotipa menurut kelompok perkawinan dengan perlakuan yang sama. Variabel yang diambil adalah berat badan dan pertambahan berat badan. Data yang diperoleh dianali- sis dengan statistik dengan analisis variansi pola tersarang( Nested). Hasil penelitian menunjukkan nilai heritabilitas berat badan terbesar untuk pejantan Normal pada umur 12 minggu, induk pada umur 2 minggu dan gabungan keduanya pada minggu 0. Nilai terbesar heritabilitas pertambahan berat badan untuk pejantan Normal pada umur 4- 6 minggu, induk pada umur 8-12 minggu dan gabungan keduanya pada umur 0-12. Pada ayam Kampung Walik nilai herita- bilitas berat badan terbesar untuk pejantan pada umur 12 minggu baik sebelum maupun setelah dikoreksi dengan kondisi bulu dan interaksinya, untuk induk pada minggu 6 minggu sebelum koreksi dan minggu 12 setelah dikoreksi, sedang untuk gabungan keduanya pada minggu 12 baik sebelum maupun setelah ada koreksi. Heritabilitas terbesar pertambahan berat badan ayam Walik untuk pejantan pada umur 6-12 minggu baik sebelum dikoreksi maupun setelahnya, untuk induk pada minggu 0-12 sebelum dikoreksi dan minggu 4-6 setelah dikoreksi, sedang untuk gabungan keduanya pada minggu 8-12 baik sebelum maupun setelah ada koreksi. Kata Kunci : Ayam Kampung, Ayam Walik, Heritabilitas, Pertumbuhan.

This research was conducted to estimate the herita- bility of Normal and Frizlle native chicken on growth. This experiment had done in Animal Production Laboratory at Faculty of Animal Husbandry Gadjah Mada University Yogyakarta. One hundreed and thirty eight chicks, consisted of 84 Normal chicks and 54 Frizlle chicks came from two mating group of treatment(Normal X Normal, Frizlle X Frizlle). The variable obtained were body weight and gain weight. The data obtained were analyzed by using Nested design. The result showed that the highest value of her- itability of body weight for male Normal native chicken on 12 week of age, female on 12 week of old, and the combina- tion male female on 12 weeks of old. The highest value of heritability gain weight for male Normal native chicken on 4-8 week of old, female on 8-12 week of old, and the combination male female on 0-12 week of old. The highest value of heritability of body weight for male Frizlle on 12 weeks of age before or after feather condition and the interraction correction, female on 6 week of old before correction and 12 week of old after correction, and the combination male and female on 12 week of old before or after the correction. The highest value of heritability of gain weight for male Frizlle on 8-12 week of old before or after feather condition and the interraction correction, female on 0-12 week of old before correction and on 4-6 week of old after correction, and the combination male and female on 6-12 week of old before or after the correction. Key Words : Native chicken, Frizlle, Heritability, Growth

Kata Kunci : Ayam Kampung, Ayam Walik, Heritabilitas, Pertumbuhan

  1. S1-FPT-1998-Hartanto-Abstract.pdf  
  2. S1-FPT-1998-Hartanto-Bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-1998-Hartanto-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FPT-1998-Hartanto-Title.pdf