The Effectiveness of Non-Cash Transaction Payment System in Public Work Service (Dinas Pekerjaan Umum) of South Tangerang
DYAH AULIA CHANDRA, Prof. Wahyudi Kumorotomo
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenelitian ini berkaitan dengan efektivitas sistem non-tunai dalam Layanan Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan. Pada awal 2018, pemerintah pusat telah mulai mengimplementasikan program baru, yaitu transisi dari sisi sistem tunai dan kombinasi sistem tunai dan non-tunai menjadi sistem non-tunai penuh untuk semua transaksi di lembaga-lembaga publik. Tangerang Selatan merupakan Provinsi Banten yang pertama kali menerapkan sistem ini. Penelitian ini adalah jenis kualitatif, mengambil Kantor Pekerjaan Umum Tangerang Selatan serta masih ada kekurangan dalam program ini. Efektivitas ini adalah alat untuk mengukur apakah program telah mencapai targetnya. Data Primer yaitu wawancara dan dokumen, dan peneliti juga menggunakan data sekunder untuk mendukung beberapa hasil yang pertama. Data disimpulkan bahwa sistem non tunai cukup efektif untuk digunakan. Dalam mengukur efektivitas, peneliti menggunakan indikator dari penelitian sebelumnya tentang efektivitas sistem, yaitu keamanan data, kecepatan dan akurasi sistem, output dan relevansi. Peneliti juga menggunakan program efektivitas seperti program sasaran, program sosialisasi, tujuan dan program pemantau. Hasilnya adalah sistem transaksi non-tunai dapat mencegak aksel ilegal, memotong prosedur yang rumit, meminimalkan manipulasi dan korupsi, merencanakan pengeluaran yang diperlukan, menjadi lebih transparan dan akuntabel, lebih efisien dengan waktu, responsif terhadap kesalahan, dan mudah digunakan untuk secara langsung memantau dan mengevaluasi oleh KPK, BPK dan inspektorat. Namun, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan: kesenjangan digital antara pekerja lapangan dan pekerja layanan, proses transaksi yang lambat dalam koneksi internet yang buruk, layanan instrumen yang rumit, margin untuk kesalahan yang disebabkan oleh kesalahan manusia dalam input data dan kesalahan nominal. Untuk memaksimalkan efektivitas sistem ini, solusi diperlukan melalui pembantu bendahara, pelatihan untuk pekerja, penggunaan teknologi Jaringan Tautan Cyber, dan perluasan kerja sama dengan penyedia bank lainnya.
This research relates the effectiveness of non-cash system in the Public Works Services of South Tangerang. In early 2018, the central government has started to implement a new program, namely the transition from cash system and a combination of cash and non-cash systems into a full non-cash system for all transactions in public institutions. South Tangerang is one of the cities in the Province of Banten which first implements this system. This research is qualitative type of research, taking South Tangerang Public Works Office as an example to see whether the effectiveness of the non-cash transaction system has been maximum or there are still shortcomings in the program. This effectiveness is a tool to measure if the program has reached its target. The primary data is obtained from interviews and documents, and the researcher also uses secondary one to support several results of the first. Based on the obtained results of the data analysis, it can be concluded that the non-cash system is effective enough to use. In measuring the effectiveness, the researcher uses indicators from previous research on the E-Filing System, namely security, speed, accuracy, output (reporting) and relevance. The researcher also uses indicators such as program target accuracy, socialization, program objectives and monitoring. The result shows that non-cash transaction system is able to prevent illegal access, cut the complex procedures, minimize manipulation and corruption, plan the necessary expenses, be transparent and accountable, more efficient with time, responsive in mending errors, and easy to use to directly monitor and evaluate by the KPK, BPK and inspectorate. However, this system still has some weaknesses: the digital divide between field workers and service workers, slow transaction process in time of bad internet connection, complicated instrument services, margin for error caused by human errors in data input and nominal errors. To maximize the effectiveness of this system, a solution is needed through the treasurer's assistance, training for workers, the use of Cyber Link Network technology, and expanding cooperation with bank providers.
Kata Kunci : Effectiveness, Non-cash System, Transaction