STRATEGI PERTAHANAN DI WILAYAH PERBATASAN LAUT (Studi Di Kabupaten Natuna, Propinsi Kepulauan Riau)
NASUTION, Indra Junjungan, Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalIndonesia merupakan Negara kepualauan terbesar di dunia yang terdiri dari sekitar 18.108 pula besar dan kecil dengan luas laut 3,1 juta km2. Permasalahan wilayah perbatasan Negara baik darat, udara dan laut merupakan permasalahan yang terkait dengan kedaulatan suatu Negara. Pengawasan dan pengelolaan wilayah perbatasan taut dengan pulau-pulau terluar khususnya Pulau Natuna Kepulaun Riau merupakan salah satu pennasalahan baik internal maupun ekstemal yang dihadapi bangsa Indonesia. Dikatakan demikian oleh karena wilayah perbatasan (laut) terkait erat dengan kegiatan wilayah negara lain yang berbatasan dengan Indonesia baik dalam lingkup nasional, regional (antar Negara) maupun intemasional. Selama ini, kawasan perbatasan Indonesia hanya dianggap sebagai garis pertabanan terluar negara, oleh karena itu pendekatan yang digunakan dalam mengelola perbatasan hanya pendekatan keamanan (security approach). Padahal, dibeberapa Negara tetangga, misalnya Malaysia, telah menggunakan pendekatan. kesejahteraan (prosperity) dan keamanan secara berdarnpingan pada pengembangan wilayah perbatasannya. Tujuan penelitian tesis ini adalah; Pertama untuk mengetahui fungsi pertanahan wilayah di Kabupaten Natuna kepulauan Riau; Kedua untuk mengetahui kendala pelaksanaan pertahanan di wilayah Natuna kepulauan Riau dan Ketiga untuk merumuskan strategi pertahanan yang seharusnya diterapkan di wilayah Natuna Kepulauan Riau khususnya dalarn hal perbatasan wilayah perairan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan suatu hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, belum optimalnya pengembangan wilayah serta penyiapan infrastruktur dan pemanfaatan atau pengelolaan sumber daya alam yang ada di kawasan perbatasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang tinggal di daerah terpencil, terisolir dan tertinggal di Pulau Natuna. Kedua, strategi pertabanan melalui pembentukan kekuatan, peningkatan sumber daya manusia, penyiapan alut sista, operasi terpadu dengan melibatkan TNI sebagai komponen utama pertahanan, Polri dan Bakorkamla untuk mengefektifkan pendeteksian, pencegaban dan penanggulangan pelanggaran batas tentorial serta pencurian kekayaan laut Pulau Natuna Kepulauan Riau. Ketiga, pembangunan wilayah perbatasan dalam menunjukkan presenJ of state, penguatan kelembagaan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dengan membangun capacity building yang mumpuni bersama Pemerintah Daerah perbatasan, anggaran yang cukup, dan melakukan continuity program yang jelas dan transparan.
Indonesia is the world's largest country Islands consisting of about 18.108 are large and small with an area of 3.1 million km2 of sea. State border issues either by land, air and sea is an issue related to the sovereignty of a State. Supervision and management of sea borders with the outer islands in particular maritime Natuna Island Riau is one of both internal and external problems faced by Indonesia. It was said, because the border area (marine) are relevant to the territory of another country bordering Indonesia, both in national, regional (between countries) and internationally. During this time, the border region Indonesia is considered as the outer defense line of the state, therefore the approach used in managing border security approach only (security approach). In fact, in some neighboring countries, including Malaysia, have used the approach to well-being (prosperity) and security side by side on the development of border areas. The purpose of this thesis research are: first to determine the function of land area in Riau islands of Natuna Regency; two to find constraints on the implementation of defense and the Riau islands of Natuna area three to formulate defense strategies that should be applied in the Natuna area of Riau Islands, especially in terms of boundary waters. This type of qualitative descriptive study with data collection techniques of primary and secondary. From the research that has been done then the results obtained as follows. First, not optimal development of the region as well as preparation or management of infrastructure and utilize natural resources in the border region to improve the welfare of the people who live in remote, isolated and left behind on the island of Natuna. Second, the strategy of defense by establishment of power, improving human resources, preparation of cyst weapon system, with integrated operations involving the military as a major component of defense, police and Bakorkamla to streamline the detection, prevention and control of territorial encroachment and theft of Natuna Sea Island Riau Islands. Third, development of border regions in the present show of state, institutional strengthening of the National Agency for Border Management (BNPP) by building a qualified capacity building with local government boundaries, adequate budget, continuity programs and make a clear and transparent.
Kata Kunci : Strategi, Pertahanan WiJayah dan Perbatasan Laut, Strategy, Territory and Sea Border Defense