ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI TANAMAN MENDONG DI KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN
EKO WAHYU NUGROHO, Dr. Sri Rahayu Budiani, M.Si. , Dr.Rika Harini, S.Si., M.P. , Drs. H. B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2019 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANTanaman mendong merupakan bahan baku untuk pembuatan kerajinan maupun souvenir seperti tikar, dompet, keranjang, tas, dan alas kaki. Apabila usahatani mendong semakin berkurang tentunya berpengaruh terhadap sektor lain yaitu industri kerajinan. Keberlanjutan usahatani mendong merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk aktivitas petani dan pengrajin mendong dimasa yang akan datang, untuk itu keberlanjutan usahatani tanaman mendong manarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani yang masih melanjutkan usahatani mendong dan petani yang sudah tidak melanjutkan usahatani mendong, 2) mengetahui persepsi petani terhadap keberlanjutan usahatani mendong di daerah kajian. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan metode wawancara. Pemilihan lokasi sampel dilakukan dengan metode purposive yakni di Desa Sendangsari dan Desa Sendangagung. Penelitian dilakukan secara sensus terhadap petani yang masih menanam mendong dan petani yang sudah tidak menanam mendong. Metode analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan tabel frekuensi dan tebel silang. Data yang dihasilkan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Jumlah populasi sebanyak 71 petani yang terdiri dari 30 petani yang masih menanam mendong dan 41 petani yang sudah tidak menanam mendong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani yang masih menanam mendong dan petani yang sudah tidak menanam mendong memiliki karakteristik sosial ekonomi yang cenderung hampir sama. Tingkat persepsi petani yang masih menanam mendong dan petani yang sudah tidak menanam mendong sebagian besar memiliki persepsi sedang terhadap keberlanjutan usahatani mendong.
Mendong plants are raw materials for making crafts and souvenirs such as mats, wallets, baskets, bags, and footwear. If mendong farming is decreasing, of course it will affect other sectors, namely the handicraft industry. The sustainability of Mendong farming is something that is very important for the activities of mendong farmers and artisans in the future, for that the sustainability of mendong man farming is interesting to study. The purpose of this study is 1) to find out the socio-economic characteristics of farmers who are still continuing mendong farming and farmers who have not continued mendong farming, 2) to know farmers' perceptions of the sustainability of Mendong farming in the study area. The data used in this study is primary data obtained by interview method. The selection of sample locations was done by purposive method, namely in Sendangsari Village and Sendangagung Village. The study was conducted in a census of farmers who still plant mendong and farmers who have not planted mendong. The method of analysis is carried out in quantitative descriptive with frequency and cross table. The resulting data is presented in the form of tables and graphs. The total population of 71 farmers consisting of 30 farmers who still plant mendong and 41 farmers who have not planted mendong. The results showed that most farmers who were still planting mendong and farmers who had not planted mendong had socio-economic characteristics that tended to be almost the same. The level of perception of farmers who are still planting mendong and farmers who have not planted mendong mostly have a moderate perception of the sustainability of Mendong farming.
Kata Kunci : Keberlanjutan, Usahatani, Persepsi, Karakteristik/ Sustainability, Farming, Perception, Characteristics