Laporkan Masalah

ANALISIS RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BERDASAR RISIKO KREDIT, RISIKO PASAR DAN RISIKO OPERASIONAL STANDAR BASEL II PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BEJ TAHUN 2002-2007

PURNIAWATI, Devy Sari, Sukmawati Sukamulja, Prof., Dr.

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Bank didirikan untuk jangka waktu yang tak terbatas, sehingga manajemen bank selalu berusaha menjaga keberlangsungan operasi bank. Bank harus bekerja pada tingkat efisiensi yang tinggi dan selalu berusaha menekan risiko dan menciptakan pengembangan sistem. Prosedur perlayanan dan sistem informasi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan operasional bank semakin lancar dan juga bank harus memiliki modal yang cukup dan sehat sebagai penggerak operasi bank agar peristiwa dilikuidasinya 16 bank pada tahun 2007 tidak teijadi lagi. Basel II yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yang mengenalkan adanya 3 risiko dalam perhitungan rasio kewajiban kecukupan penyediaan modal minimum. Ketiga risiko tersebut adalah risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Perhitungan risiko kredit memisahkan tipe debitur lebih sempit lagi dibandingkan dengan perhitungan risiko kredit sesuai Basel I. Risiko pasar dan risiko operasional dihitung dengan pendekatan paling sederhana yang dimulai tahun 2008. Penentuan bobot risiko kredit yang baru sesuai Basel II lebih memberikan kesempatan kepada pihak perbankan dalam memiliki kredit sehat untuk terus mengembangkan ekspansi karena semakin kecil ATMR kredit, maka perbankan dapat mengembangkan kreditnya sampai titik maksimal. Perhitungan risiko pasar membuat perbankan dapat mengukur pengaruh nilai tukar mpiah dan tingkat suku bunga. Bank-bank umum yang memiliki banyak cabang dapat memperhitungkan risiko operasional sehingga dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan karyawan maupun sistem. Penelitian ini menemukan adanya penurunan rasio kewajiban kecukupan penyediaan modal minimum yang dihitung berdasar standar Basel II. Perhitungan yang dihasilkan tetap berada di atas ketentuan modal minimum yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 8%, rasio kewajiban kecukupan penyediaan modal minimum yang dihasilkan bank sampel berkisar antara 19% sampai dengan 25%.

Bank is build for unlimited time, so that bank management trying to takes care of sustainable operational. Bank must work in high efficiency level and trying to decrease risk and creates system development. Service procedure and information system enabling the performing of bank operational activity increasingly fluent as well as bank must have healthy and enough minimum capital for bank operation activator, so that 16 banks in the year 2007 did not happened again. Basel II which has been specified by Indonesian Bank defining existence of 3 risk in sufficiency minimum capital adequate ratio calculation. This risk are credit risk, market risk, and operational risk. Calculation of credit risk dissociates smaller debtor type again is compared to calculation credit risk according to Basel I. Market risk and operational risk is calculated with simplest approach started at year 2008. Determination of new credit risk weight according to Basel II is more give opportunity to the banking in having healthy credit for always develops expansion because smaller credit risk weighted assets, hence banking can develop its credit until maximum point. Market risk calculation makes banking can Indonesian exchange rate (IDR) and interest rate influence. Banks that having many branches can consider operational risk caused by employee and also system. This research finds existence of downdraft sufficiency minimum capital adequacy ratio calculated based on standard Basel II. Calculation yielded constantly within to rule of minimum capital adequate ratio specified by Indonesia Bank that is 8%, sufficiency minimum capital adequate ratio yielded by sample bank range from 19% up to 25%.

Kata Kunci : Rasio Kewajiban Kecukupan Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Risiko Kredit, Risiko Pasar, dan Risiko Operasional

  1. S2-FEB-2008-DevySariP-Abstract.pdf  
  2. S2-FEB-2008-DevySariP-Bibliography.pdf  
  3. S2-FEB-2008-DevySariP-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FEB-2008-DevySariP-Title.pdf