The Effectiveness of Empowerment Program for Indigenous Communities: A Case Study on Policy of merumahkan Anak Dalam Tribe in Sarolangun, Jambi
PUTRI RIFQI M, Gabriel Lele, Dr., S.IP, M.Si.
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenelitian ini adalah tentang efektivitas program pemberdayaan bagi masyarakat adat di Sarolangun, Jambi. Penting untuk melakukan penelitian tentang efektivitas kebijakan ini karena menunjukkan konflik setelah kebijakan tersebut dilaksanakan. Kerangka kerja yang dikembangkan untuk penelitian ini adalah menganalisis efektivitas kebijakan merumahkan Suku Anak Dalam diukur dengan tingkat pencapaian kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mewawancarai beberapa informan kunci, termasuk anggota Suku Anak Dalam, pejabat pemerintah terkait, dan LSM terkait. Pengamatan dan dokumentasi juga dilakukan untuk penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak efektif karena tingkat pencapaian yang rendah, karena dari 25 rumah yang telah dibangun hanya 2 rumah yang dihuni oleh Suku Anak Dalam. Rendahnya pencapaian kebijakan ini disebabkan oleh benturan budaya. Oleh karena itu, keseriusan pemerintah untuk memahami pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai budaya sebelum membuat kebijakan untuk mencegah kegagalan dalam mencapai tujuan kebijakan diperlukan.
This research is about the effectiveness of empowerment program for indigenous communities in Sarolangun, Jambi. It is important to do a research about the effectiveness of this policy as it indicates a conflict after the policy being implemented. The framework developed for this research is analyzing the effectiveness of the policy merumahkan Anak Dalam Tribe measured by the degree of accomplishment of the policy. The research method employed is qualitative method of interviewing several key informants, including the members of the Anak Dalam Tribe, related government officials, and the relevant NGO. Observation and documentation are also conducted for this research. The result shows that this policy is not effective due to the low level of accomplishment, as out of 25 houses that have been built only 2 houses inhabited by the Anak Dalam Tribe. The low level of accomplishment of this policy caused by the cultural clash. Therefore, the seriousness of the government to understand the importance of considering cultural values before creating a policy in order to prevent the failure in achieving a policy objective is needed.
Kata Kunci : Anak Dalam Tribe, Effectiveness, Policy Implementation