PENGARUH MAY EFFECT PADA RETURN IHSG: Pembuktian dan Analisis
ANGGRAENI, Palupi, Mamduh M. Hanafi, Dr., MBA.
2008 | Tesis | S2 Magiater ManajemenPenelitian ini didasari adanya pemyataan dari Kim Eng Indonesia Research milik Kim Eng Securities, yang menyatakan bulan Mei adalah bulan yang buruk untuk bertransaksi. Pemyataan tersebut menyebutkan bahwa transaksi-transaksi yang dilakukan di bulan Mei lebih banyak menghasilkan return negatif. Berdasarkan hal itulah penulis bermaksud untuk meneliti kebenaran pemyataan tersebut. Dengan demikian, dapat diketahui aksi apakah yang sebaiknya dilakukan oleh investor terkait fenomena ini. Hasil penelitian dengan menggunakan data sepanjang tahun pengamatan 1998-2006 menunjukkan tidak ditemukan adanya May Effect. Rata-rata return harian terendah justru ditemukan terbukti secara signifikan di bulan Agustus, sementara rata-rata return harian tertinggi ditemukan di bulan November. Namun, melalui pengujian yang dilakukan terhadap data tahun genap antara tahun pengamatan 1998-2006, ditemukan bahwa May Effect terjadi secara signifikan. Rata-rata return harian terendah ditemukan terjadi di bulan Mei, sementara rata-rata retum harian tertinggi tetap berada di bulan November. May Effect yang ditemukan terdapat pada data tahun-tahun genap di IHSG ini temyata sama dengan Halloween Effect atau Sell in May Effect yang dikenal oleh kalangan investor pasar modal di Eropa dan Amerika. Hal ini membuktikan bahwa transaksi perdagangan yang dilakukan hanya pada periode antara 31 Oktober hingga 30 April, dapat menghasilkan keuntungan di atas rata-rata retum harian antara 1 Mei hingga 30 Oktober, dan bahkan di atas rata-rata retum harian sepanjang tahun.
This research was based on a statement from Kim Eng Indonesia Research owned by Kim Eng Securities, which said month of May is a bad month for transactions. That said many transactions which held in May gave negative return. According to that statement, this research did. So one of this research objective is to know what the best action an investor should take respectively to this kind of situation. Study based on JCI data from 1998-2006 showed May Effect was not exist. The lowest daily average return found significantly in August while the highest found in November. On the other hand, study to only even years from 1998-2006 showed May Effect was found significantly. The lowest daily average return found in May while the highest found still in November. From this study. May Effect happened in the even years from JCI data apparently was same as Halloween Effect or Sell in May Effect which familiar in stock market investor in Europe and USA. It proves trading transaction held only in period October 31 until April 30 gives better average daily return compared to trading in period May 1 until October 30, and also compared to trading all year.
Kata Kunci : May Effect, rata-rata retum harian, Sell in May, daily average return