PEMANFAATAN SUMBERDAYA HUTAN DALAM BENTUK USAHA WISATA Studi Kasus Di Areal Wisata Baturaden
AGUS PRIANTONO, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Soemitro
1992 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenilaian ekonomi secara kuantitatif masih sulit dan jarang dilakukan pada perhitungan manfaat jasa (intangible), sehingga perlu adanya cara untuk menilai manfaat intangible secara obyektif dan kuantitatif sebagai dasar perhitungan yang realistik dan rasional bagi para investor khususnya dalam bidang jasa wisata/ rekreasi, baik dari sektor pemerintah maupun swasta. Metode pendekatan biaya perjalanan merupakan suatu cara untuk menentukan nilai ekonomi secara kuantitatif pada manfaat-manfaat intangible. Pada dasarnya metode tersebut berlandaskan pada kesediaan membayar ( willingness to pay) dari pengunjung. Penjabaran metode tersebut membuktikan bahwa jika biaya perjalanan rata-rata (C), meliputi biaya transportasi pulang-pergi, akomodasi, konsumsi dan karcis masuk membesar maka jumlah kunjungan (V) akan menurun. Jumlah kunjungan tersebut juga dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan perkapita (I). Hubungan ketiga variabel tersebut digambarkan pada persamaan regresi linier berganda, V = a + b1(C) + b2(I)
Kata Kunci : -