Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI LETAK DAN STADIUM SETEK PUCUK Pinus oocarpa Schiede DENGAN PEMBERIAN HORMON ROOTONE F TERHADAP KEMAMPUAN TUMBUHNYA

AGUS RIANTO, Soedjoke Dirdjosoemarto

1992 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Sebuah percobaan rumah kaca untuk menguji pengaruh variasi letak pucuk di percabangan tingkat ke-1, tingkat ke-2, dan tingkat ke-3 pada berbagai tingkatan pertumbuhan (stadium) pucuk yaitu pertumbuhan setengah maksimal, pertumbuhan maksimal belum berdaun, pertumbuhan maksimal berdaun panjang setengah maksimal, dan pertumbuhan maksimal berdaun panjang maksimal, dengan pemberian hormon Rootone F 400 gram/liter aquades terhadap kemampuan tumbuh setek pucuk Pinus oocarpa Schiede, telah dilakukan selama tiga bulan di Proyek Pengembangan Sumber Benih Kaliurang. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi persen hidup, jumlah akar, panjang total akar, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak dan stadium setek yang berbeda memperlihatkan adanya variasi di dalam pertumbuhannya. Letak pucuk pada percabangan tingkat ke-1 memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan kedua letak pucuk yang lainnya. Sementara itu, setek pada stadium pertumbuhan maksimal dengan panjang daun setengah maksimal ternyata menunjukkan pertumbuhan yang juga lebih baik dibandingkan ketiga stadium yang lain. Interaksi yang menghasilkan pertumbuhan terbaik adalah letak pucuk di percabangan tingkat ke-1 pada stadium pertumbuhan maksimal dengan panjang daun setengah maksimal, bila dibandingkan dengan interaksi lain yang dilakukan pada penelitian ini.

Green house experiment in testing the effect of variation position bud on first branch, second branch, and third branch in several rank growth (stadium) bud is a half maximum growth, maximum growth without leaf, maximum growth with a half maximum leaf length, and maximum growth with maximum leaf length, with 400 g/1 aquades Rootone F hormone to see growth capability of leaf-bud cutting Pinus oocarpa Schiede, have been done for 3 months in Proyek Pengembangan Sumber Benih Kaliurang. The growth parameter was measured including survival, number of root, total length of root, and dry weight of root . The result of the research refers that the difference of position and cutting stadium show the variation in its growth. The bud position in the first branch show better growth than the others. On the other hand, cutting in maximum growth with a half maximum leaf length prove also better growth than the three else. Interaction that produce the best growth is bud position in first branch in the maximum growth with a half maximum leaf length if compared with another interaction in this research.

Kata Kunci : Hormon rootone F, Pinus oocarpa Schiede, variasi letak dan stadium stek pucuk

  1. S1-FKT-1992-AgusRiyanto-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1992-AgusRiyanto-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1992-AgusRiyanto-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1992-AgusRiyanto-title.pdf