Efek Tipe Kecurangan dan Preferensi Sumber Akuntabilitas terhadap Kredibilitas Pengungkapan Kecurangan Anonim dan Keputusan Investigasi Auditor Internal
FELIX JONI DARJOKO, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA; Ertambang Nahartyo, M.Sc., PhD.; Suyanto, MBA, PhD.
2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU AKUNTANSIPenelitian ini menyelidiki perilaku pengambilan keputusan resipien dalam mengevaluasi pengungkapan kecurangan terkait dengan dua faktor kontekstual: tipe kecurangan dan preferensi sumber akuntabilitas (managemen puncak). Secara eksperimental, penelitian ini menemukan bahwa resipien (auditor internal) mengalami bias pra-keputusan sehingga menunjukkan perilaku kurang responsif terhadap dugaan kecurangan laporan keuangan ketimbang terhadap dugaan penyelewengan aset. Namun, hasil studi juga menunjukkan bahwa asimetri respon terhadap kedua tipe kecurangan menghilang ketika managemen puncak menunjukkan preferensi mendukung kebijakan pengungkapan kecurangan secara substansial (preferensi substansial). Dalam kondisi sebaliknya (preferensi taksubstansial), bias tetap ada dan bahkan bertambah. Hasil penelitian ini memperluas literatur pengungkapan kecurangan dengan membuka pemikiran untuk mengeksplorasi perilaku keputusan pada sisi resipien mengingat kegagalan pengungkapan kecurangan dapat datang dari sana. Model keefektifan pengungkapan kecurangan dengan demikian dapat dikembangkan dengan model berperspektif resipien seperti yang telah ditunjukkan penelitian ini. Bagi praktik, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa dalam mengendalikan kecurangan, tone at the top sangat penting mengingat pengendalian formal bisa jatuh kepada sesuatu yang sekadar simbolik.
This study investigates the recipients’ decision making behavior in evaluating whistleblowing allegations related to the two contextual factors, types of fraud and source of accountability preferences (top management). Experimentally, this research find that recipients (i.e., internal auditors) suffer predecisional biases that they are less responsive to financial statement fraud allegation than to asset misappropriation allegation. Interestingly, the results indicate that the asymmetry of response between the two fraud types diminish when the top management express preferences that reflect substantial support to whistleblowing policy (substantial preference). Conversely, in non-substantial preference conditions, the biases remain and even getting worse. This study has extended the literature with opening up the new ideas to explore decision behavior on recipient side given the disfunctional of whistle-blowing policy may come from there. The model of whistleblowing effectiveness then can be added to the explanation by developing the research model as shown by this study. For practices, the results of this study have confirmed that in controlling fraud, tone at the top is critical since the formal controls could fall on something just symbolic.
Kata Kunci : kecurangan laporan keuangan, penyelewengan aset, preferensi sumber akuntabilitas, kredibilitas persepsian, keputusan investigasi