PEMAHAMAN DOSEN TENTANG CETAK BIRU MESO KURIKULUM DALAM PEMBUATAN SKENARIO TUTORIAL
ARIENI RAMADHAN, dr. Titi Savitri P., MA, MMedEd, Ph.D; dr. Mora Claramita, MHPE, Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU PENDIDIKAN KEDOKTERAN DAN KESEHATANLatar Belakang: Keberhasilan pembelajaran berbasis masalah terletak pada kualitas masalah yang digunakan pada proses diskusi mahasiswa. Skenario yang dibuat haruslah berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh institusi (silabus/cetak biru) yang dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran pada kurikulum keperawatan. Maka, dalam pembuatan sebuah skenario seorang dosen juga harus memiliki pemahaman yang komprehensif terkait cetak biru meso kurikulum sebagai acuan yang digunakan dalam pembuatannya. Tujuan: 1) Mengetahui kemampuan para dosen dalam memahami cetak biru meso kurikulum dalam pembuatan skenario tutorial mahasiswa keperawatan. 2) Mengetahui kualitas skenario yang digunakan pada institusi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Kuantitatif yang dilakukan pada Institusi Keperawatan dengan akreditasi A dan B di Yogyakarta. Responden pada penelitian ini yaitu empat puluh dosen pembuat skenario tutorial. Dilakukan pula analisa terhadap empat puluh skenario tutorial yang pernah digunakan mahasiswa dalam berdiskusi pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Hasil pada penelitian ini di analisis menggunakan uji frequensi untuk mengetahui kriteria kualitas skenario dan uji banding dengan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan presentase jawaban dosen pada pengukuran pemahaman. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2018. Hasil: 68% dosen di Institusi A dan 65% di Institusi B menjawab dengan benar pertanyaan terkait learning objective. Empat belas diantaranya memiliki pemahaman yang baik terhadap cetak biru meso kurikulum, dua puluh dosen memiliki pemahaman yang sedang, dan enam dosen dengan pemahaman yang buruk. Terdapat tiga puluh satu skenario dengan kriteria baik dan sembilan skenario dengan kriteria sedang. Dilakukan uji menggunakan Mann-Whitney untuk membandingkan pemahaman dosen dikedua institusi. Uji banding terhadap kedua pemahaman dosen didapat nilai 0,008 > 0,05 sehingga meskipun terdapat perbedaan pemahaman dosen dikedua institusi namun tidak signifikan. Kesimpulan: Pemahaman dosen terkait cetak biru meso kurikulum pada kedua institusi baik dan skenario yang digunakan berkualitas baik dan sedang. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pemahaman dosen terhadap cetak biru meso kurikulum berupa skenario sebagai kurikulum tertulis cukup baik. Setiap masalah pada saat proses tutorial diperkirakan terkait dengan pelaksanaan kurikulum di institusi. Kata Kunci: Masalah, kualitas skenario, pemahaman dosen, cetak biru
Background: The success of problem-based learning lies in the quality of the problems used in the student discussion process. Scenarios must be based on the learning objectives set by the institution (syllabus / blueprint) which are made based on the learning objectives in the nursing curriculum. During constructing a scenario a faculty member should also have a comprehensive understanding of meso blueprint curriculum of a nursing institution. Objective: 1) To find out the ability of faculty member to understand meso blueprint curriculum related to the construction of tutorials� scenarios. 2) To know the quality of the scenario used in the institution. Method: This study is a quantitative descriptive study conducted at two nursing institutions with A and B accreditation in Yogyakarta city. Respondents in this study were 40 tutorial screenwriters. We also analyzed the 40 tutorial scenarios of year 2017/2018 academic that students had used in discussions. The results of this study were analyzed using the frequency test to determine the scenario quality criteria and to find out the differences in the percentage of lecturers' answers to the measurement of understanding with Mann-Whitney test. Data collection in this study was conducted from May to August 2018 Results: 68% of lecturers at Institution A and 65% in Institution B correctly answer questions related to learning objectives. 14 of them had a good understanding of meso blueprint curriculum, 20 had moderate understanding, and 6 poor understanding. There are 31 scenarios with good criteria and 9 scenarios with moderate criteria. Mann-Whitney test was used to compare the understanding of faculty member in both institutions. The comparative test of the two faculty member understandings obtained a value of 0,008> 0.05 so that although there were differences in the understanding of faculty member in both institutions but not significant. Conclusion: Understanding of faculty member related to meso blueprint curriculum in both institutions is good and the scenario used is good and medium quality. Understanding the curriculum on paper by the faculty members is found sufficient in this study as well as the curriculum on paper (scenario). Any problem with tutorial process may related to the curriculum implementation.
Kata Kunci : Kata Kunci: Masalah, kualitas skenario, pemahaman dosen, cetak biru