Laporkan Masalah

Pendapatan Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Robusta Di Kabupaten Tanggamus

WIDYA ARIYANTI, Dr.Jamhari, S.P, M.P; Ir. Any Suryantini, MM, Ph.d

2019 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Kopi robusta di Kabupaten Tanggamus sangat prospektif dikembangkan dalam kerangka agribisnis karena berpotensi memberikan kontribusi positif pada pendapatan keluarga maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu diperlukan suatu strategi yang tepat agar pelaksanaannya lebih efisien dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pendapatan dan keuntungan petani kopi biji pada perkebunan kopi robusta di Kabupaten Tanggamus, (2) mengetahui keputusan terbaik petani untuk melanjutkan proses pengolahan kopi biji menjadi kopi bubuk (3) mengetahui nilai tambah usaha pengolahan kopi robusta di Kabupaten Tanggamus (4) mengetahui kekuatan dan kelemahan. Peluang dan ancaman agribisnis kopi rousta di Kabupaten tanggamus(5) mengetahui strategi yang tepat untuk pengembangan agribisnis kopi robusta di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini dilakukan pada petani kopi dan pengolah kopi bubuk di Kabupaten Tanggamus. Teknik pengambilan sampel petani kopi menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah 68 petani kopi, sementara purposive sampling untuk memilih 2 pengolah kopi bubuk. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan pengamatan secara langsung. Alat analisis usahatani digunakan untuk mengetahui pendapatan dan keuntungan pada petani kopi biji, analisis deferensial digunakan untuk keputusan terakhir menjual kopi biji atau memproses lebih lanjut menjadi kopi bubuk, konsep Hayami digunakan untuk nilai tambah dan SWOT digunakan untuk mengetahui strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kopi memperoleh pendapatan Rp. 24.532.081/tahun dan keuntungan Rp. 10.503.837/tahun. Petani lebih baik bila melanjutkan proses produksi dari kopi biji menjadi kopi bubuk. Pengolahan kopi bubuk memberikan nilai tambah Rp. 19.065/kg dan keuntungan Rp. 14.435/kg. Strategi pengembangan agribisnis Kopi robusta di Kabupaten Tanggamus adalah meminimalisir kelemahan untuk memanfaatkan atau meraih peluang yang ada, yaitu dengan: lahan ekspansi, penerapan penanaman bibit unggul dan melakukan replanting, sosialisasi dan penyuluhan petik merah, peningkatan kapasitas produksi kopi bubuk dan pengadaan mesin, melengkapi PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) pada kemasan dan melakukan promosi kopi bubuk.

Robusta coffee in the Regency of Tanggamus has enormous development prospects in the field of agribusiness as it has the potential to generate subtantial farm household’s income and regional income. In order to realise this potential a single encompassing strategy is needed to achieve a final outcome that is more efficient and effective. The aim of this research is to (1) determine the on-farm income and it’s profit of robusta coffee plantations in Tanggamus Regency, (2) determine the best decision of farmers whether continuing the coffee bean processing or not into ground coffee (3) determine the added value of roasting and granding Robusta coffee in Tanggamus Regency (4) knowing the strengths and weaknesses, opportunities and threats of robusta coffee agribusiness in Tanggamus Regency (5) formulate strategy for robusta coffee agribusiness development in Tanggamus Regency. This research was conducted on coffee farmers and ground coffee processing in Tanggamus Regency. The sampling technique of coffee farmers use a simple random sampling method of 68 coffee farmers, purposive sampling is use to select 2 ground coffee processing. The data is obtained from primary data and secondary data. Techniques of data gathering are structured interviews using questionnaires and direct observation. Farm analysis are used to determine the income and profit of coffee bean farmers, differential analysis is used for choosing the best decision whether selling the coffe bean or ground coffee, the concept of Hayami used for added value and SWOT is used to determine the strategy. The results of this analysis indicate that on-farm income Rp. 24,532,081/year and profit Rp. 10,503,837/year. It is more profitable while farmers continue the production process from coffee beans to ground coffee. Processing of ground coffee provides added value of Rp. 19,065/kg and a profit of Rp. 14,435/kg. The strategy for developing robusta coffee agribusiness in Tanggamus Regency is to minimizing weaknesses to achive potential opportunities by: land extension, planting qualified seed and replanting unproductive coffee trees, diffusion of red bean harvesting technology, increasing ground coffee production capacity and procurement of machinery, complete legal registration number on the packaging and promotion of ground coffee.

Kata Kunci : Keywords: Differential Analysis Robusta Coffee Strategy Value Added Analysis

  1. S2-2018-403841-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403841-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403841-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403841-title.pdf