ANALISIS KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOPI ARABIKA DI KABUPATEN SIMALUNGUN
ULIDESI SIADARI, Dr.Jamhasri, S.P.,M.P; Prof.Dr.Ir.Masyhuri
2018 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilakukan di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Mengetahui nilai kelayakan subsistem usahatani kopi arabika di Kabupaten Simalungun (2) Mengetahui nilai kelayakan pada subsistem pengolahan kopi arabika di Kabupaten Simalungun (3) Merumuskan strategi pengembangan agribisnis kopi arabika yang tepat di Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Jumlah responden petani sebanyak 60 dan responden para ahli sebanyak 14 orang. Kelayakan usahatani dianalis dengan menghitung R/C rasio, ROI, NPV, IRR, net B/C dan Payback Period sedangkan strategi pengembangan agribisnis kopi dianalisis mengggunakan metode analisis hirarki proses (AHP). Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika di Kabupaten Simalungun dikatgorikan layak. Analisis kelayakan berdasarkan R/C rasio diperoleh 2,27, ROI 56%, IRR 45%, NPV sebesar Rp248.366.697,20 , nilai net B/C 6,12 dan payback period yang menunjukkan pengembalian investasi dalam usahatani kopi arabika dapat dikembalikan dalam jangka waktu 4 tahun 1 bulan 9 hari. Analisis nilai tambah diperoleh bahwa pelaku akan memperoleh keuntungan yang lebih besar ketika melakukan pengolahan kopi gelondongan menjadi kopi bubuk dibanding pengolahan kopi gelondengan menjadi kopi HS. Dengan demikan maka pelaku usaha yang mengolah kopi gelondongan diharapkan mampu mengolah kopi menjadi kopi bubuk. Kopi arabika di Kabupaten Simalungun masih memerlukan strategi dalam proses pengembangannya. Alternatif strategi yang prioritas dalam pengambangan agribisnis kopi arabika di Kabupaten Simalungun adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku agribisnis kopi arabika dengan nilai 0,37.
This research conducted in Simalungun district Province of North Sumatra. Objectives of this research to: (1) Knowing the feasibility value of the Arabica coffee farming subsystem in Simalungun district. (2) Knowing the feasibility value in the Arabica coffee processing subsystem in Simalungun district (3) Formulating for development strategy of Arabica coffee agribusiness in Simalungun district. Method used in this research is quantitative and qualitative analysis. Location determination is done purposively. Data part of are primary data and secondary data. Sample of respondents counted 60 farmers and 14 respondents are experts. Farming feasibility was analyzed by calculating the R / C ratio, ROI, NPV, IRR, net B / C and Payback Period while the coffee agribusiness development strategy was analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP). Results of analysis show that Arabica coffee farming in Simalungun district is categorized as feasible. Feasibility analysis based on R / C ratio obtained 2.27, ROI 56%, IRR 45%, NPV Rp248,366,697.20, net B / C value of 6.12 and payback period indicating return on investment in arabica coffee farming can be returned in the future 4 years 1 month 9 days. Value added analysis is obtained that the actor will get a bigger profit when processing log coffee into ground coffee compared to processing coffee beans into coffee HS. Thus, business people who process log coffee are expected to be able to process coffee into ground coffee. Arabica coffee in Simalungun district still needs a strategy in development process. Priority alternative strategy in Arabica coffee agribusiness development in Simalungun district is to increase the capacity of human resources (HR) of Arabica coffee agribusinesses with a value of 0.37.
Kata Kunci : Kopi arabika, kelayakan, nilai tambah, strategi, pengembangan/ Arabica coffee, feasibility, value added, strategy, development