Awareness, attitude and practice toward International Standards for Tuberculosis Care among paediatricians in Indonesia findings from 2011 survey
Paramita Ayu Saraswati, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D ; dr. Rina Triasih, M.Med(Paed), Sp.A(K), Ph.D
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: Sebagai negara ketiga dengan beban kasus TB tertinggi, Indonesia menyumbang 8% dari insiden TB global dengan sekitar 50.000 kasus anak pada tahun 2017. Kesulitan dalam mendiagnosis TB anak mengakibatkan manajemen kasus TB pediatrik yang buruk sebagai hasil akhir. Dengan Standar Internasional untuk Perawatan Tuberkulosis (ISTC), diharapkan masing-masing kasus TB dapat dikelola dan dipantau dengan baik, serta penyebaran TB secara publik terkendali. Tujuan: Untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan perilaku dokter anak swasta dalam menangani kasus TB anak yang dibandingkan dengan rekomendasi dari ISTC. Metode: Studi cross sectional menggunakan data sekunder dari survei primer berjudul "Manajemen tuberkulosis oleh praktisi swasta", yang dilakukan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM pada tahun 2011 di 12 kota besar di seluruh Indonesia. Hasil: Sedikit lebih dari setengah dokter anak yang terlibat mengetahui ISTC dengan 80,4% dari mereka menerima informasi melalui pelatihan sebelumnya. Sekitar 50% menganggap ISTC mudah diimplementasikan dalam praktik. 150 dari 161 dokter anak meresepkan rejimen anti-TB yang direkomendasikan oleh ISTC. Kurang dari 12% dokter anak melaporkan kasus TB yang ditemukan. Kesimpulan: Pencatatan dan pelaporan kasus TB anak ke program TB oleh dokter anak sangat mengkhawatirkan dan dapat dianggap sebagai tantangan nasional untuk mendapatkan insiden kasus TB anak yang akurat.
Background: As the third country with highest burden of TB cases, Indonesia contributes to 8% of the global TB incidence with up to 50,000 paediatric cases in 2017. Difficulty in diagnosing childhood TB resulted in poor management of paediatric TB cases as the ultimate outcome. With the International Standards for Tuberculosis Care, it is expected that individual TB cases can be managed and monitored properly, as well as having public spread of TB under control. Objective: To analyse awareness, attitude and practice behaviour of private paediatricians on managing paediatric TB cases in comparison to the ISTC recommendations. Method: Cross sectional study using secondary data from a primary survey titled "Tuberculosis management by private practitioners", that was conducted by the Centre for Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing UGM in 2011 in 12 major cities across Indonesia. Result: Slightly more than half of the paediatricians involved were aware of the ISTC with 80.4% of them receiving the information through prior training. Around 50% perceived ISTC to be easy to be implemented in practice. 150 out of 161 paediatricians prescribe ISTC-recommended anti-TB regimen. Less than 12% of the pediatricians would report found cases. Conclusion: Recording and reporting of child TB cases to the TB program by paediatricians were extremely worrying and could be considered as a national challenge in order to obtain the accurate paediatric TB case incidence.
Kata Kunci : childhood TB, private practice, pediatricians, Tuberculosis, Indonesia, ISTC