DINAMIKA PEMBENTUKAN KEMBALI KEPERCAYAAN DAN KETERPERCAYAAN PADA RELASI PERKAWINAN PASCA TERUNGKAPNYA PERSELINGKUHAN
AGUNG PRAMUDITO, Wenty Marina Minza, Dr., M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGIPerselingkuhan menjadi salah satu penyebab terbesar perceraian bagi pasangan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Bagi pasangan yang memutuskan untuk tidak bercerai, perselingkuhan dapat mempengaruhi beberapa aspek dalam relasi perkawinan, khususnya kepercayaan dan keterpercayaan. Oleh karena itu, pembentukan kembali kepercayaan dan keterpercayaan pasca terungkapnya perselingkuhan menjadi hal yang dapat mendukung pemulihan relasi perkawinan secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif fenomenologi dan bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pembentukan kembali kepercayaan dan keterpercayaan pada relasi perkawinan pasca terungkapnya perselingkuhan. Hasil penelitian menemukan bahwa korban perselingkuhan membangun kembali kepercayaan terhadap pelaku perselingkuhan dalam lima aspek, yaitu tiga aspek personal (identifikasi dan pencegahan risiko, prediktabilitas dan keyakinan) serta dua aspek relasional (intimacy dan resiprositas), sedangkan pelaku perselingkuhan membangun keterpercayaan dengan menunjukkan adanya empat aspek, yaitu komitmen, kebaikhatian, keterbukaan dan kejujuran, serta religiusitas.
Infidelity is becoming one of the biggest cause for divorce for couple in many countries, including Indonesia. For a couple to decide not to divorce, infidelity can affect some aspects in marital relationship, especially trust and trustworthiness. Because of that, the rebuilding of trust and trustworthiness post infidelity disclosure can be a factor in supporting the restoration of marital relationship wholefully. This research was done through phenomenology qualitative method and its purpose was to explore the dynamic of rebuilding trust and trustworthiness in marital relationship post infidelity disclosure. The study result found that the victim of infidelity rebuilt their trust toward the perpretator of infidelity in five aspects, those were three personal aspects (risk identification and prevention), predictability, and trust) as well as two relational aspects (intimacy and reciprocity), meanwhile, perpretator of infidelity built trust by showing four aspects, those were commitment, kind-heartedness, openess, and honesty, as well as religiousity.
Kata Kunci : kepercayaan, keterpercayaan, terungkapnya perselingkuhan, relasi perkawinan /