Laporkan Masalah

SEGREGASI DAN PRASANGKA SOSIAL MASYARAKAT DI KOTA AMBON PASCA KONFLIK TAHUN 2004-2018

NURAYA FITRIA T, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc; Dr. Abdur. Rofi', M.Si

2019 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perubahan tingkat segregasi di Kota Ambon pasca konflik tahun 2004-2018, 2) Apakah ada perbedaan antara faktor sosio-demografi dengan prasangka sosial masyarakat di Kota Ambon, dan 3) Bagaimana peran Pela Gandong pasca konflik di Kota Ambon. Penelitian ini adalah penelitian survei, dengan teknik analisis kuantitaif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan 96 responden yang diambil dari kedua agama mayoritas di Kota Ambon yakni yang beragama Islam berjumlah 48 responden dan yang beragama Kristen Protestan 48 responden dengan uji statistik menggunakan Chi-Square untuk melihat apakah terdapat perbedaan antara faktor sosio-demografi dengan prasangka sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Ada perubahan tingkat segregasi di Kota Ambon dimana terjadi penurunan dari tahun 2004 sebesar 84,32 menjadi 23,56. Dimana penurunan ini disebabkan oleh semakin membaik dan kondusifnya Kota Ambon pasca konflik yang terjadi beberapa tahun silam. 2) Tingkat segregasi yang paling tinggi terdapat di Kecamatan Leitimur Selatan dimana wilayah ini hanya dihuni oleh penduduk yang beragama Kristen Protestan (100), dan yang paling rendah berada di Kecamatan Teluk Ambon (12,75). Hal ini menunjukan bahwa sejak tahun 2004 sampai sekarang masyarakat Islam dan Kristen mulai membaur kembali. Hasil analisis deskripsi dari Uji Chi-Square menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara faktor sosio-demografi dengan prasangka sosial yang dimiliki oleh masyarakat. hasil analisis diperoleh nilai P-Value lebih besar dari 0.05 yang artinya tidak terdapat perbedaan. Faktor lain yang ikut berpengaruh dalam membentuk prasangka masyarakat adalah faktor keamanan dan kenyamanan, faktor keakraban (komunikasi dan keterbukaan) dari masyarakat. 3) Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya Pela Gandong masih memiliki peran yang paling besar dalam menjaga hubungan masyarakat islam dan Kristen karena budaya ini merupakan budaya dari nenek moyang dan memiliki sangksi yang tegas bagi pelanggarnya.

The aim this research is to see 1)the change of segregation level in Kota Ambon post conflict on 2004 until 2018, 2)are the difference between socio-demographic factors and comunity social prejudice, 3)how roles of Pela Gandong in Kota Ambon post conflict. This research is survey research with quantitative and qualitative as analysis technique. Quantitative analysis use 96 respondents from the biggest religion mayority in Kota Ambon are 48 Islam respondents and 48 Kristen Protestan respondents. Chi-Square as statistic test to see what the difference between socio-demographic factors and community social prejudice. The results show 1)there is a change of segregation level in Kota Ambon where it reduction from 2004 about 84,32 percent become 23,56 percent. The cause of reduction are better and safer of Kota Ambon post conflict a year ago. 2)the highest segregation level in Kecamatan Leitimur Selatan, where this area only reside of all Kristen Protestant population (100), and the lowest one in Kecamatan Teluk Ambon (12,75). These result showed since 2004 until now, Islam and Kristen Protestan community are united again. The result of Chi-Square test show there are no found difference between socio-demographic factors and community social prejudice because the P-Value in Chi-Square is higher than 0,05, that means there is no difference about it. Other influential factors in make community prejudice is secure and comfortable factors, intimate factor (communication and open mind) from community. 3) The research results show Pela Gandong still occupies the highest role on preserve relations inter community Islam and Kristen Protestan, because Pela Gandong is ancestral inheritance and have punishment for violators.

Kata Kunci : Segregation, Social Prejudice, Pela Gandong

  1. S2-2019-392438-abstract.pdf  
  2. S2-2019-392438-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-392438-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-392438-title.pdf