FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARENTAL READINESS DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM PADA ORANG TUA DENGAN ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL DI YOGYAKARTA
DEWI CAESARIA F, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D.; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATANLatar Belakang: Parental readiness merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi dampak dari bencana pada anak dengan disabilitas intelektual. Anak- anak dengan disabilitas intelektual yang tinggal di daerah rawan bencana merupakan salah satu kelompok rentan yang paling berisiko terkena dampak dari bencana. Kerentanan mereka terhadap bencana dipicu oleh keterbatasan pemahaman tentang risiko bencana di sekeliling mereka. Hal ini mengakibatkan tidak adanya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga membutuhkan bantuan dari orang di sekitar mereka. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan parental readiness dalam menghadapi bencana alam pada orang tua dengan anak disabilitas intelektual. Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan data dilaksanakan di 5 SLB yang dipilih secara acak sederhana pada bulan September hingga Oktober 2018 pada 93 orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual dengan proportional dan consecutive sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank, Mann Whitney, dan Kruskal-Wallis, sedangkan analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi linear. Hasil: Lebih dari setengah responden (58,1%) memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana alam yang tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa stres pada orang tua (r = - 0,310, p = 0,002) dan resiliensi pada orang tua (r = 0,250, p = 0,016) memiliki hubungan yang signifikan terhadap Parental Readiness dalam Menghadapi Bencana Alam, sedangkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pengalaman terhadap bencana alam sebelumnya, dan edukasi tentang bencana alam tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Stress dan resiliensi pada orang tua memiliki hubungan yang signifikan terhadap Parental Readiness dalam Menghadapi Bencana Alam dan faktor yang paling dominan adalah resiliensi pada orang tua.
Background: Parental readiness is one of the most effective way to reduce the impact of disasters on intellectual disability children. Children with intellectual disability living in disaster-prone area are one of the vulnerable groups which are most at risk of being affected by disasters. Their vulnerability to disasters is triggered by limited understanding of disaster risk around them. This causes in the absence of preparedness to face disasters, so that they need the help from people around them. Objectives: To identify factors that related to parental readiness in facing natural disasters among parent with intellectual disability children in Yogyakarta. Methods: This observational analytic study used a cross-sectional study design. The data collection was conducted in 5 SLBs DIY which were simple randomly selected from September to October 2018 on 93 parent (father or mother) who had intellectual disability children with proportional and consecutive sampling. Bivariate analysis was performed with Spearman Rank, Mann Whitney, and Kruskal-Wallis statistical tests, while multivariate analysis was performed by linear regression test. Result: More than half of the respondents had high parental readiness to face natural disasters (58.1%). The result of statistical test showed that stress in parent (r = - 0.310, p = 0.002) and resilience in parent (r = 0.250, p = 0.016) had a significant relationship to parental readiness to face natural disasters, meanwhile, age, gender, education level, experience of previous natural disasters, and education about natural disaster did not have a significant relationship. Conclusion: Stress and resilience in parent has a significant relationship to parental readiness to face natural disasters and the dominant factor is resilience in parent.
Kata Kunci : Parental readiness, Parental stress, Parental resilience, Disabilitas intelektual, Bencana alam, Parental readiness, Parental stress, Parental resilience, Disability intellectual, Natural disaster