Laporkan Masalah

KAJIAN KETIMPANGANDISTRIBUSIPENDAPATAN PETANI TEBUDI WILAYAH PT.PERKEBUNAN NUSANTARA XI JAWA TIMUR

ADE SURYA MANDIRA, Prof.Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto MS;Prof.Dr.Ir. Irham M.Sc

2019 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Ketimpangan distribusi pendapatan merupakan sebuah fenomena alamiah yang tidak dapat dihilangkan, namun harus diredam pada tingkatan tertentu sehingga tidak menimbulkan konflik sosial. Usahatani tebu merupakan salah satu sumber mata pencarian bagi masyarakat di wilayah jawa timur yang juga merupakan kontributor terbesar untuk produksi tebu di Indonesia. Hal ini mengindikasikan banyaknya masyarakat yang menjadikan usahatani tebu ini sebagai mata pencarian pokonya, namun perbedaan kesempatan dan sumberdaya yang petani miliki memiliki berbeda-beda sehingga hal tersebut dapat memicu ketimpangan distribusi pendapatan pada masyarakat petani tebu. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis seberapa besar kontibusi pendapatan usahatani tebu terhadap pendapatan rumah tangga tani, (2) menganalisis tingkat ketimpangan distribusi pendapatan pada petani tebu diwilayah penelitian, (3) menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan. Pemilihan lokasi dilakukan secara Purposive, enam wilayah Pabrik Gula yang dipilih merupakan Pabrik Gula yang memiliki kapasitas terbesar yang berda dibawah PTPN XI. Data pada penelitian ini merupakan data penelitian kerjasama antara Magister Manajemen Agribisnis UGM dengan PTPN XI. Dalam analisis ketimpangan distribusi pendapatan, pendapatan rumah tangga petani dibedakan berdasarkan dua jenis sumber pendapatan, yaitu pendapatan yang berasal dari usahatani tebu dan pendapatan yang berasal dari luar usahatani tebu. Untuk menganalisis tingkat ketimpangan distribusi pendapatan, kriteria yang digunakan adalah berdasarkan Indeks Gini, Kurva Lorenz dan kriteria yang ditetapka oleh Bank Dunia. Hasil analisis menunjukan bawa usahatani tebu memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pendapatan rumah tangga petani sedangkan hasil analisis ketimpangan distribusi pendapatan menunjukan kriteria ketimpangan yang berbeda-beda pada masing-masing wilayah, hal ini disebabkan oleh luas penguasaan lahan dan persentase rendemen yang petani miliki berbeda-beda. Pendapatan luar usahatani pada penelitian ini juga memiliki kontribusi yang positif bagi kemerataan. Analisis faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan menyatakan bahwa variabel yang memberikan pengaruh secara signifikan terhadap ketimpangan diantaranya adalah Luas lahan, rendemen, usia serta dummy wilayah barat.

Inequality income distribution is a natural phenomenon that cannot be eliminated, but must be muted to a certain extent so as not to cause social conflict. Sugar cane farming is a source of livelihood for people in the East Java region who are also the biggest contributors to sugarcane production in Indonesia. This indicates the number of people who make this sugar cane farming as their main livelihood, but opportunities and resources that farmers have different so that this can lead to inequality in income distribution to the sugarcane farming community. The purpose of this study is (1) to know contribution of sugarcane revenue over the household farmer (2) to know level of inequality of income distribution for sugarcane farmers (3) to know the factors influence the inequality of income distribution. Location selection is done purposive, six selected sugar factory areas are sugar mills which have the largest capacity under PTPN XI. The data in this study is a research data collaboration between the UGM Agribusiness Management Masters and PTPN XI. analysis of the inequality of income distribution, the income of farmer households is distinguished by two types of income sources, income derived from sugarcane farming and income from outside sugarcane farming.The analysis method used is income contribution from sugarcane. An inequality in income distribution, the criteria used are based on the Gini Index, Lorenz Curve and criteria by the World Bank. The results showed that sugarcane farming has a very large contribution to the household income of farmers, while the results of the analysis of inequality in income distribution show different criteria for inequality. this is caused by the extent of land tenure and the percentage of rendemen that farmers have varies. The outside income of farming in this study also has a positive contribution to equity. Analysis of factors that affect the inequality of income distribution states that the variables that have a significant influence on inequality include land area, yield, age and dummy western region.

Kata Kunci : Kontribusi pendapatan, ketimpangan pendapatan, faktor ketimpangan, tebu,Income contributions, inequality income distribution, factors inequality, sugar cane.

  1. S2-2019-407511-abstract.pdf  
  2. S2-2019-407511-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-407511-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-407511-title.pdf