Verba Bantu Modal Bahasa Inggris: Karakteristik, Pemakaian dan Perubahan
IKMI NUR OKTAVIANTI, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. ; Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU-ILMU HUMANIORAPenelitian ini bertujuan untuk memerikan fenomena perihal VBM bahasa Inggris, mulai dari aspek karakteristik, pemakaian, dinamika pemakaian, perubahan, dan penyebab dinamika pemakaian dan perubahan. Terkait pemakaian, penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan pemakaian VBM dalam bahasa Inggris kontemporer melalui konsep big data. Dengan demikian, penelitian ini mendeskripsikan frekuensi pemakaian pada korpora (COCA, BNC, GloWbe, Brown, LOB, KSK). Tidak terbatas pada beragam korpora, penelitian ini juga memerikan frekuensi pemakaian pada ragam lisan/tulis, dan genre fiksi, akademis, dan berita. Selain itu, penelitian ini juga memerikan dinamika frekuensi pemakaian VBM (dengan menggunakan korpus diakronis, ARCHER dan EEBO) dan perubahan-perubahan VBM pada bahasa Inggris kontemporer dan periodisasi yang lebih lampau (dengan menggunakan CORAAL, ARCHER, Helsinki, buku-buku tata bahasa, buku-buku sejarah bahasa Inggris, dan buku-buku linguistik). Agar analisis menjadi lebih komprehensif, penelitian ini juga bertujuan menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya dinamika pemakaian dan perubahan-perubahan VBM tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-kuantitatif. Data kualitatif berupa klausa atau kalimat yang mengandung VBM; data kuantitatif berupa frekuensi pemakaian VBM. Sumber data berasal dari lima korpora daring (COCA, BNC, ARCHER, Helsinki, CORAAL) dan tiga korpora luring (Brown, LOB, KSK) dengan dasar pemilihan korpora meliputi (1) cakupan periode, (2) ukuran korpora/sistematika pengumpulan data korpora (khususnya untuk CORAAL yang mewakili dialek AAVE). Data dikumpulkan dengan metode simak, yaitu dengan menyimak VBM dalam korpus. Selanjutnya data kualitatif dianalisis dengan menggunakan metode agih dan metode padan. Data kuantitatif diinterpretasi dengan diolah menjadi persentase dan/atau dinormalkan (fn). Hasil analisis data ditampilkan secara formal dan informal. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa modal inti merupakan bentuk prototipe dari VBM. Menyoal pemakaian, terdapat beberapa kecenderungan yakni VBM dengan frekuensi tertinggi ditempati modal inti, VBM dengan frekuensi terendah ditempati kuasi-modal (be apt to, be inclined to, be obliged to, dare, had better), modal inti shall selalu terendah dibandingkan modal inti lainnya, dan frekuensi pemakaian have to lebih tinggi dibandingkan must. Pada perbandingan antarkorpora ditemukan bahwa perbandingan antardialek regional (COCA vs BNC, Brown vs LOB) tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Perbedaan tampak saat perbandingan frekuensi pemakaian VBM pada media pemakaian dan genre yang berbeda. Adapun yang mempengaruhi pemakaian VBM adalah tujuan komunikasi dan adanya kolokialisasi. Dalam rentang waktu tertentu (bahasa Inggris Modern Awal [ARCHER]�bahasa Inggris Kontemporer [COCA]) dapat diamati kuasi-modal sangat dinamis karena beberapa kuasi-modal mengalami peningkatan yang tajam (misalnya, gonna, have got to, gonna) dan beberapa kuasi-modal juga mengalami penurunan drastis (misalnya, be inclined to, be apt to, be obliged to). Sementara itu, modal inti (khususnya can, could, will, would) masih menjadi kata terkunci karena sifatnya yang lebih formal dan prestisius yang menjadikan penutur bahasa masih menggunakannya. Di sisi lain, untuk kebutuhan informal dan kolokial serta untuk mengungkapkan makna tertentu, kuasi-modal digunakan penutur bahasa. Perihal perubahan VBM, setidaknya ditemukan dua arah perubahan, yaitu (1) menuju ke simplifikasi artikulasi dan gramatika sebagai dampak pengaruh kolokialisasi, dan (2) menekankan pentingnya ekspresi modalitas. Arah perubahan yang pertama dapat diamati pada pemadatan FN dengan kehadiran VBM, perubahan bunyi untuk kemudahan artikulasi, reduksi fonetis dan kontraksi untuk menghemat tuturan. Arah perubahan kedua, menunjukkan pentingnya ekspresi modalitas, dimanifestasikan dalam munculnya modal ganda dan modal rangkap tiga serta kemunculan kuasi-modal baru be fixing to. Perubahan pada periodisasi yang lebih lampau juga menunjukkan pola yang sama, yakni adanya kecenderungan simplifikasi dan penekanan pentingnya modalitas. Penyebab dinamika pemakaian dan perubahan-perubahan tersebut dapat dijelaskan menjadi dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor-faktor eksternal mencakup (1) faktor yang melibatkan penutur dan (2) faktor sosial masyarakat penutur bahasa Inggris. Sementara itu, faktor internal merupakan penyesuaian tata bahasa terhadap pengaruh faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor internal mencakup (1) prinsip ekonomi tata bahasa dan (2) perubahan elemen lain tata bahasa. Berdasarkan deskripsi terhadap perubahan yang sudah dan sedang terjadi tersebut, dapat diprediksi perubahan VBM selanjutnya, antara lain (1) VBM akan lebih tergramatikalisasi lagi, (2) anggota kategori VBM akan bertambah (kuasi-modal baru), dan (3) modal inti dan kuasi-modal akan tetap digunakan penutur bahasa karena keduanya masih menjalankan peran masing-masing, yakni modal inti yang identik dengan unsur prestise dan kuasi-modal yang bersifat kolokial.
This study aims at depicting English modal verbs, including the characteristics, frequency of use, its dynamic use, as well as the changes and the factors triggering the changes. This study employs te concept of big data of which this study uses corpora (COCA, BNC, GloWbe, Brown, LOB, KSK) to describe the frequency of use of modal verbs in different registers and genres. Along with the frequency of use, there is also the description of the dynamic use of modal verbs as identified in ARCHER and EEBO and the changes of modal verbs as identified in CORAAL, ARCHER, and Helsinki corpus. The changes are also described by revisiting grammar books, books of history of English language, and linguistics books. To make the analysis more comprehensive, this study investigates the factors triggering the changes of English modal verbs. This is a mixed-method research, combining both qualitative and quantitative methods. The qualitative data include clauses/sentences having modal verbs, meanwhile the quantitative data include frequency of modal verbs use. Data sources are six online corpora (COCA, BNC, ARCHER, Helsinki, CORAAL, EEBO) and three offline corpora (Brown, LOB, KSK). The parameters of choosing corpora are (1) the range of time, (2) the size, (3) the data collection system. The data were collected using metode simak. The qualitative data were then analyzed using metode agih and metode padan; and the quantitative data were normalized to be analyzed further. The results of the analysis were displayed formally and informally. Based on the results of the analysis it is obvious that core modals are more prototypical than quasi-modals. As for the use, there are some tendencies over the use of English modal verbs. Core modals always occupy the most frequent modal verbs, and on the other hand quasi-modals occupy the least frequent positions. Modal verb shall, however, always occupies the least freqeunt one among core modal verbs, as well as modal verb must that is decreasing and being substituted with the equivalent quasi-modal have to. Based on the observation over three periods of English (Early Modern English [ARCHER]�Present-day English [COCA]), it is found that quasi-modals are the most dynamic modal verbs due to its increasing use (e.g., gonna have got to, gonna) and its sharp decline (e.g., be inclined to, be apt to, be obliged to). Meanwhile, core modals can be categorized as lockwords since they have more stabil frequency of use over periods which is caused by their nature, namely formality and prestige. As for the changes of modal verbs, there are two directions of changes, namely (1) simplification as the results of colloquializationm and (2) the emphasis of modality expression. The first direction can be seen in the simplification of NP using modal verbs as in must-have books, the phonetic change in relation to articulatory production, phonetic reduction, and contraction. The second direction of change shows the prominence of expressing modality, manifested in various modal verbs, including double and triple modal verbs, and the emergence of new modal verbs be fixing to. The changes happened in the earlier periods of English language also exhibit the same patterns. The factors triggering the dynamic use and the changes of English modal verbs can be classified into external and internal factors. External factors include (1) factors invoving language users, (2) factors involving listeners, and (3) social condition of the English society. As for the internal factors relate to (1) the economy of principle of grammar and (2) the change of other grammatical units.
Kata Kunci : verba bantu modal, korpus, frekuensi pemakaian, perubahan bahasa