DINAMIKA KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM PROGRAM OPEN DATA DI KABUPATEN BOJONEGORO
BINTI AZIZATUN N, Dr. Bevaola Kusumasari,M.Si.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKTata kelola kolaboratif hadir sebagai bentuk penyelesaian masalah yang komplek dan tidak dapat diselesaikan sendiri. Kehadiran kolaborasi dari berbagai alasan, mulai keterbatasan sumber daya hingga isu perubahan teknologi yang cepat. Namun, kolaborasi sangat sulit dilakukan karena adanya garis tipis antara kepentingan pribadi dan tujuan bersama. Kesuksesan kolaborasi dapat dilihat dari black box kolaborasi yaitu dinamika kolaborasi. Saat ini, kolaborasi telah menyebar luas untuk menciptakan nilai dari inovasi berbasis digital salah satunya open data. Penelitian ini berfokus pada kompleksitas dinamika kolaborasi dan siklus kolaborasi open data di Kabupaten Bojonegoro. Open data Bojonegoro merupakan program pengumpulan data riil yang dihimpun dari data dasawisma PKK yang diupdate per satu bulan sekali melalui publikasi data dasawisma online. Dengan menggunakan teknik kualitatif dengan pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi, peneliti berhasil membuktikan tingkat kolaborasi yang sangat dinamis pada inisiasi open data. Tingkat dinamika kolaborasi didorong oleh drivers berupa kepemimpinan, budaya keterbukaan yang telah terbentuk, ketergantungan sumberdaya satu dengan yang lain dan peran OMS lokal yang kuat. Drivers inilah yang menjadi pendorong sekaligus penentu dinamika kolaborasi open data hingga mencapai siklus kolaborasi dewasa. Kelemahan dalam dinamika kolaborasi ini yaitu political will pemimpin penentu keberlangsungan open data; dan program kolaboratif belum selaras dengan RKPD tahun berjalan. Rekomendasi yang diberikan peneliti adalah praktik-praktik baik (best practice) seperti open data sebaiknya diberi payung hukum nasional dan menyelaraskan program rencana aksi dengan program anggaran pemerintah kabupaten Bojonegoro.
Collaborative governance presents as a form of solving complex problems and requires the resources of other organizations or other stakeholders. Collaboration's background are limited resources and issue of rapid technological change. However, collaboration is very difficult implemented because there is a thin line between personal interests and common goals. Collaboration succes can be seen from black box collaboration which is named dynamics of collaboration. Today, collaboration is widely used to create the value of digital-based innovation, one of which is open data. This research focuses on the complexity of collaboration dynamics and the open data of collaboration cycle in Bojonegoro Regency. Bojonegoro's open data is a data development program which collected from the PKK dasawisma data updated once a month through the publication of dasawisma data online. By using qualitative techniques by collecting data on interviews, observations, and documentation, researcher succeeded in proving a very dynamic level of collaboration in open data initiation. The level of collaboration dynamics is promoters by drivers in the form of leadership, a culture of openness that has been formed, resource dependence on one another and strong local CSO roles. These drivers are determinants dynamics of open data collaboration to reach the maturity collaboration cycle. Findings of weaknesses are political will of leaders determining the sustainability of open data; and collaborative programs that has not been aligned with the current RKPD. The recommendations is good practices such as open data should be given constitution and harmonizes the program of action plans with the Bojonegoro district government budgeting.
Kata Kunci : Collaborative Dynamics, Open Data, Stakeholders, Cycle