STATUS KERENTANAN Aedes aegypti TERHADAP INSEKTISIDA SIPERMETRIN SERTA PARAMETER FITNESS COST DARI NYAMUK Aedes aegypti DI DESA MOJAYAN, KLATEN TENGAH
FITRIA DEWI P A, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D ; Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN TROPISLatar Belakang: Fogging dengan insektisida sintetik piretroid menjadi salah satu pengendalian daerah endemis DBD di Desa Mojayan, Klaten Tengah. Akibatnya, populasi resisten terhadap insektisida menimbulkan hambatan dalam pengembangan program pengendalian serangga rumah tangga dan hama pertanian. Resistensi dikaitkan dengan adanya fitness cost yang dievaluasi dengan menganalisis parameter hidup nyamuk. Tujuan: menganalisis status kerentanan nyamuk terhadap insektisida sipermetrin dan menganalisis perbandingan parameter fitness cost nyamuk lapangan dengan nyamuk susceptible dari laboratorium. Metode: Telur Aedes aegypti dikumpulkan menggunakan 600 ovitrap (indoor dan outdoor) di Dusun Sendangan, Srogogede dan Grubul. Status kerentanan Aedes aegypti ditetapkan dengan metode susceptibility larva. Parameter fitness cost yang diamati: fekunditas, kemampuan pakan darah, lama siklus perkembangbiakan dan lama hidup nyamuk dewasa. Hasil: Status kerentanan Aedes aegypti terhadap sipermetrin di Dusun Sendangan, Srogogede dan Grubul, termasuk kategori rentan/susceptible dengan variasi nilai Resistance Ratio: Sendangan 3,40; Srogogede 2,10; dan Grubul 2,57. Kemampuan pakan darah terbesar ada pada koloni nyamuk susceptible (0,15249 gram). Fekunditas tidak berbeda signifikan antara koloni lapangan dan laboratorium. Lama siklus perkembangbiakan fase larva ke pupa berbeda signifikan untuk koloni Srogogede-laboratorium, fase pupa ke dewasa berbeda signifikan untuk koloni Sendangan-Srogogede dan Srogogede-laboratorium. Lama hidup nyamuk dewasa berbeda signifikan untuk koloni Sendangan dan Srogogede dengan laboratorium. Kesimpulan: status kerentanan Aedes aegypti terhadap sipermetrin di Desa Mojayan termasuk kategori rentan/susceptible. Parameter kemampuan hisap darah koloni Sendangan dan Srogogede lebih sedikit dibandingkan koloni strain susceptible dari laboratorium. Tidak ada perbedaan signifikan untuk fekunditas. Ada perbedaan signifikan lama siklus perkembangbiakan dan lama hidup nyamuk dewasa.
Background: Fogging using synthetic pyrethroid insecticides is one of the control in dengue endemic areas in Mojayan Village, Central Klaten. As a result, the population resistant to insecticides is one of the obstacles in the development of control programs for household insects and agricultural pests. Resistance can be associated with high fitness cost that can be evaluated by analyzing several life parameters. Objective: to analyze the status of Aedes aegypti insecticide resistance to sipermetrin and analyze the fitness cost parameters cost of resistant mosquitoes with susceptible mosquitoes from the laboratory. Methods: Aedes aegypti eggs were collected using 600 ovitrap (indoor and outdoor) in Sendangan, Srogogede and Grubul. Aedes aegypti susceptibility status was determined by WHO susceptibility larvae method. The fitness cost parameters were observed: fecundity, ability of blood feed, length of breeding cycle and length of life of adult mosquitoes. Results : susceptibility status of Aedes aegypti to sipermetrin in Sendangan, Srogogede and Grubul, Mojayan Village, Klaten Tengah included to suceptible. Resistance Ratio: Sendangan 3.40; Srogogede 2.10; and Grubul 2.57. The biggest blood meal acceptance is in susceptible laboratory colonies (0.15249 grams). The fecundity and life span of adult mosquitoes in the Sendangan and Srogogede colonies is lower than susceptible laboratory colonies. The duration of the Sendangan and Srogogede colonization breeding cycles is longer than susceptible laboratory colonies. Conclusion: the susceptibility of Aedes aegypti to sipermetrin in Mojayan Village is categorized as susceptible. Ability blood feed and the fecundity of the Sendangan and Srogogede colonies to be lower than the laboratory. The breeding cycles of the Sendangan and Srogogede colonies are slower with shorter life span of adult mosquitoes than laboratory colonies.
Kata Kunci : kerentanan, Aedes aegypti, fitness costs / Susceptibility, Aedes aegypti, fitness costs