Pengaruh Penerapan Good Handling Practices Terhadap Pendapatan Petani Salak Di Kabupaten
BAMBANG RIADI P, Associate Professor Kawabata Koji
2019 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanAbstrak Good Handling Practices adalah salah satu teknik pasca panen guna mendapatkan hasil produk pertanian yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan data primer untuk mengetahui apakah Good Handling Practices mempunyai pengaruh pada pendapatan petani salak di Kabupaten Sleman. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang petani salak di Kabupaten Sleman, dimana 50 orang adalah petani salak yang menerapkan Good Handling Practices dan sisanya petani yang tidak menerapkan. Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Good Handling practices berpengaruh pada pendapatan petani salak di Kabupaten Sleman. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa sebelum petani salak menggunakan teknik pasca panen tersebut pendapatannya adalah sebesar Rp. 15.300.000,-. Namun setelh menggunakan Good Handling Practices pendapatannya menjadi RP. 20.600.000,- meningkat sebesar 34,64 %. Dalam tahapan pelaksanaan Good Handling Practices penyortiran merupakan salah satu tahapan yang paling penting dalam proses penerapan pasca panen. Factor lain yang signifikan adalah total luas lahan salak, jumlah rumpun salak dan umur dari tanaman salak tersebut. Jangka waktu atau lama tidaknya petani salak menerapkan Good Handling Practices mempunyai dampak yang signifikan untuk pendapatan mereka. Petani salak yang menerapkan Good Handling Practices lebih dari sepuluh tahun mempunyai pendapatan yang lebih rendah dibanding petani yang menerapkan kurang dari itu. Faktor yang dominan dalam penerapan Good Handling Practices adalah umur tanaman salak, pemanenan dan sortasi. Terdapat satu lagi faktor yang signifikan adalah jumlah rumpun tanaman salak, namun hanya signifikan pada tingkat 10% tidak pada tingkatan 5%.
Abstract Good Handling Practices are a of post-harvest technique to achieve good food quality that is safe and worth consuming. This research using primary data examine whether Good Handling Practices have an effect on salaca farmer�s income in Sleman Regency. The respondents are salaca farmers in Sleman Regency Indonesia totaling 100 farmers, of which 50 farmers are implementing Good Handling Practices and the other 50 farmers are not implementing Good Handling Practices. This research conclude that Good Handling Practices have an effect on salaca farmer income in Sleman Regency. This statement is based on the result of analysis before and after salaca farmers implemented Good Handling Practices. Before implementing, the farmer�s income was Rp. 15,300,000 and after implementing Good Handling Practices it became Rp. 20,600,000, an increase of 34.6 4%. The most important process within Good Handling Practices that effects salaca farmers income in Sleman Regency is the sorting activity. Other factors that are significant are the total land area of the salaca farm, the number of bundles of salaca plants and the age of salaca plants. The length of time implementing Good Handling Practices has significant effects on salaca farmer income. Salaca farmers who implementing Good Handling Practices for more than ten years have lower average income than salaca farmers who implementing Good Handling Practices less than ten years. The determinant factors of adopting Good Handling Practices are age of salaca plants, harvesting and sorting. One more variable, the number of bundles of salaca plants, is significant at the level of 10% but not significant at the level 5%.
Kata Kunci : Good Handling Practices, pasca panen, pendapatan petani salak,