PENGENDALIAN GANGGUAN PENGGEMBALAAN TERNAK DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI
AGUS TA SEBAYANG, Henry Yuliando, M.M, M.Agr, Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Permasalahan yang dihadapi PT ANJA adalah gangguan penggembalaan ternak masuk ke dalam areal perkebunannya sehingga menimbulkan kerugian. Berbagai alternatif cara pengendalaian sudah dilakukan, namun belum ada cara yang dianggap benar-benar efektif dan efisien. Untuk menentukan alternatif yang paling efektif maka dilakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) berdasarkan berbagai kriteria dan sub kriteria yang ditetapkan. FGD (Focus Group Discussion) dilakukan terhadap enam responden terpilih untuk menetapkan tiga kriteria dan enam sub kriteria serta empat alternatif cara pengendalian gangguan penggembalaan ternak. Kriteria keuangan terdiri dari sub kriteria biaya dan manfaat, kriteria operasional terdiri dari sub kriteria keamanan replanting dan keamanan pemeliharaan dan panen, dan kriteria risiko teridiri dari sub kriteria kerusakan tanaman dan konflik. Adapun keempat alternatif tersebut adalah pengawasan, pembuatan parit, pembuatan pagar, dan pengandangan ternak. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner dan pengolahan data dengan menggunakan metode AHP maka prioritas alternatif cara pengendalian gangguan penggembalaan ternak yang paling efektif adalah dengan cara pengandangan ternak. Hasil tersebut terkonfirmasi dengan wawancara terhadap enam orang masyarakat peternak di Desa Mandasip, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara.
PT ANJA is facing problems to control the disturbance of cattle grazing which enters the plantation area and causes the disadvantage. Various alternative ways to control have been applied, but couldn’t obtain an effective and efficient way. To determine the most effective way, an evaluation of the various alternatives was analyzed applying the AHP (Analytical Hierarchy Process) method, based on selected various criterias and sub criterias. The FGD (Focus Group Discussion) conducted six selected respondents to set three criterias and six sub criterias, and also four alternative ways how to control cattle grazing disturbance. The financial criteria consist of sub criteria of cost and benefits, operational criteria consist of sub criteria for replanting securely and safety for upkeep and harvesting, and risk criteria consist of sub criteria for trees damage and conflict. The four alternatives are supervision, applying trenches, fences, and caging the cattle. Based on the result of questionnaires and processing data using the AHP method, the most effective way of controlling cattle grazing disturbance is caging the cattle. These result were confirmed by gathering interviews with six farmers in Mandasip Village, Simangambat District, North Padang Lawas Regency.
Kata Kunci : Control of Cattle Grazing Disturbance, AHP (Analytical Hierarchy Process), Caging the Cattle.