Laporkan Masalah

Strategi Kepolisian Dalam Upaya Mengatasi Kekerasan Pelajar di Yogyakarta (Studi Kasus Klithih di Yogyakarta)

LAMBANG RAFIQ N, Dr. Diah Kusumaningrum, M.A.

2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

INTISARI Kekerasan pelajar dan antar pelajar sudah sangat meresahkan. Kenakalan dan kekerasan tersebut bahkan sampai berbuntut kematian, dari tawuran hingga berkembang menjadi fenomena Klithih dimana para aktor pelaku yang sudah tertangkap merupakan pelajar-pelajar di usia yang cukup muda dalam melancarkan aksi. Dari data yang di dapat dari Polresta Yogyakarta tercatat sangat fluktuatif, dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2009 sebanyak 17 kasus, tahun 2010 menurun cukup signifikan sebanyak delapan kasus, 2011 meningkat menjadi sembilan kasus, dan kembali meningkat secara signifikan pada 2012 sebanyak 13 kasus, sedangkan hingga mei 2013 tercatat sebanyak lima kasus. Data tersebut terkait jenis kenakalan remaja berupa tawuran. Di 2016 ini, ada sekitar 43 kasus terkait Klithih dan tersebar di wilayah Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Sleman. Dan selama 2017, sudah ada 28 kasus aksi Klithih dengan jumlah tersangka sebanyak 33 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui strategi kepolisian yang dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengatasi Klithih di Yogyakarta. Metode yang dipakai menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data di lapangan melalui keterlibatan langsung peneliti. Tinjauan pustaka yang pertama dari Sidik Jatmika dalam Bukunya: Geng Remaja: Anak Haram Sejarah ataukah Korban Globalisasi? Memberikan gambaran tentang bagaimana dinamika perjalanan geng di Yogyakarta dari tahun 80-an sampai 90-an seperti geng remaja jogja zaman Noroyono (sebelum decade 1980-an), geng remaja jogja zaman petrus (decade 80-an), dan geng remaja jogja zaman kalatidha (decade 1990-an). Yang kedua, naskah publikasi yang disusun oleh Yusuf Widayanto (2016), mahasiswa UMS tentang upaya kepolisian dalam penanggulangan kenakalan remaja di Surakarta. Tinjauan terakhir dari pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial mencoba meneliti tentang: Permasalahan Remaja di Kota-Kota Besar tahun 2001. Dan kota-kota yang menjadi responden untuk di teliti adalah Medan, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

ABSTRACT Student violence has been very troubling such mischief and violence even lead to death, from brawls that develops into the Klithih phenomenon where actors who have been caught are students at a fairly young age in carrying out actions. The last five years, the data obtained from the Yogyakarta Police, it was noted that it was very volatile. In 2009 there were 17 cases, in 2010 there was a significant decline of eight cases, 2011 increased to nine cases, and increase significantly in 2012 by 13 cases, while up to May 2013 there were five cases. In 2016, there were around 43 cases related to Klithih and spread in the areas of Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul, and Sleman. And during 2017, there were 28 cases of Klithih action with 33 suspects. The purpose of this research was to determine the police strategy carried out at Yogyakarta in overcoming Klithih in Yogyakarta. The method used uses qualitative methodology using descriptive analysis that aims to explain phenomena in depth through collecting data in the field through direct involvement of researchers. The first literature review of Sidik Jatmika in the Book: Youth Gang: Haram History or Victim of Globalization? Give an overview of how the dynamics of gang travel in Yogyakarta from the 80s to 90s, such as the Noroyono era Jogja teen gang (before the 1980s), the "Petrus" Jogja youth gang (80s decade), and Jogja teen gangs zaman kalatidha (1990s decade). The second is the publication text prepared by Yusuf Widayanto (2016), an UMS student with the title "Police Efforts in Overcoming Juvenile Delinquency in Surakarta". The latest review from the Social Welfare Research and Development center tried to examine: The Problems of Youth in Big Cities in 2001. And the cities that were surveyed were Medan, Surabaya, Denpasar, and Makassar.

Kata Kunci : Strategi, Kepolisian, Klithih, Kenakalan Remaja, Konflik Sosial, Strategy, Police, Juvenile Delinquency, Social Conflict.

  1. S2-2019-405107-abstract.pdf  
  2. S2-2019-405107-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-405107-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-405107-title.pdf