PRAKTIK DAN KEYAKINAN TENTANG PEMBUANGAN OBAT OBATAN YANG TIDAK DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) MENGGUNAKAN KUESIONER ONLINE
AZAN CAHYADI, Dr. Susi Ari Kristina, M.Kes., Apt; Dr. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.App.Sc., Apt
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU FARMASIMasyarakat Indonesia terkadang tidak menggunakan semua obat yang diberikan dengan berbagai alasan. Obat-obatan yang tidak digunakan tersebut biasanya akan dibuang begitu saja ke lingkungan melalui tempat sampah, toilet, atau dibakar bersama sampah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik dan keyakinan masyarakat tentang pembuangan obat-obatan yang tidak digunakan di Provinsi DIY menggunakan kuesioner online. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode cross-sectional secara convenience mengunakan teknik snowball sampling menggunakan kuesioner secara online, terdiri dari 33 pertanyaan yang dibagi menjadi 6 bagian mengenai karakteristik responden, cara mendapatkan obat, cara menyimpan obat, praktik pembuangan obat, keyakinan tentang risiko pembuangan obat, dan informasi cara pembuangan obat. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner check list dan rating scale. Penyebaran link kuesioner dilakukan melalui media sosial. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas praktik pembuangan obat-obatan yang tidak digunakan oleh masyarakat di Provinsi DIY dibuang ketempat sampah untuk sediaan cair (66,8%), tablet (77,1%), salep (81,2%), puyer (77,6%), dan suppositoria (78,2%) (n=913). Masyarakat yakin bahwa praktik pembuangan obat-obatan yang dilakukan dapat memberikan risiko terhadap lingkungan. Ada hubungan antara usia, pekerjaan, status pernikahan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan pemberian informasi dengan praktik pembuangan obat yang berisiko terhadap lingkungan (p<0,05). Masyarakat yang belum memperoleh informasi mengenai cara pembuangan obat (OR 2,473), yang memiliki asuransi kesehatan (OR 2,154), dan yang tidak bekerja (OR 0,439) untuk melakukan praktik pembuangan obat-obatan yang berisiko. Hasil penelitian menjadi dasar untuk intervensi edukasi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pembuangan obat secara tepat.
There are some reasons underlying the fact that Indonesia does not take all medicine suggested. The unused medicine are usually thrown away as garbage in trash cans, toilets or burned. The research aims to investigate both social practices and beliefs on disposal of unused medicine in Yogyakarta by online questionnaires. The research was analytical descriptive research applying the cross-sectional in convenience method and snowball sampling technique and online questionnaires consisting of 33 questions divided into six sessions analyzing respondents characteristics, how to get the medicine, how to store the medicine, practices of the medicine disposal, beliefs on the risk of medicine disposal, and information on the medicine disposal. Questionnaires used were both checklist and rating scale. Questionnaire link was distributed through social media. Finally, analyses used were univariate, bivariate, and multivariate analyses. Research findings indicated that in Yogyakarta, most medicine was disposed as garbage with the following percentage: liquid (66.8%), tablets (77.1%), ointment (81.2%), powder (77.6%), and suppositories (78.2%) (n=913). Society believed that such disposal practice might endanger the environment. There was a relationship between age, occupation, marital status, health insurance ownership, and information provision and the medicine disposal practice having risks for environment (p<0.05). Some people that had not gained any information on medicine disposal (OR 2.473), had health insurance (OR 2.154), and did not have any work (OR 0.439) might conduct any risky medicine disposal. The findings can be regarded as the fundamental idea to make an educational intervention to raise more social awarness on proper medicine disposal.
Kata Kunci : Pembuangan obat, obat yang tidak digunakan, obat kedaluwarsa, kuesioner online, Provinsi DIY