Fenomena Import Surges Produk Hortikultura di Indonesia Pada Periode Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono
SALAEH, SURAIDA, Dr. Poppy Sulistyaningrum Winanti, M.P.P.,M.Sc.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki alasan yang mengakibatkan pasar hortikultura Indonesia mengalami import surges dari berbagai negara termasuk hortikultura tropis dari negara tetangga yaitu Thailand. Indonesia pada periode pemerintahan Presiden SBY mengambil beberapa langkah strategi berbentuk kebijakan untuk beradaptasi dengan liberalisasi pertanian yang dicanangkan oleh WTO melalui AoA, yang tujuan utamanya adalah untuk mendorong perdagangan bebas, dengan mengurangi dan menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan berupa tarif maupun non-tarif dalam sektor pertanian. Dalam usahanya untuk mengikuti aturan dari AoA (market access, domestic support, export subsidy) tersebut, Indonesia pada saat yang bersamaan perlu memikirkan kepentingan pertanian domestik yang merupakan sumber mata pencaharian petani lokal serta sumber pendapatan Indonesia sebagai negara agraris. Ketika Indonesia membuat keputusan dalam memutuskan kebijakan mengenai pendistribusian subsidi, bantuan domestik serta akses pasar, hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah kebijakan tersebut bertentangan dengan aturan yang digariskan oleh AoA.
The aim of this research is to see what was the main factor that caused Indonesian domestic market being flooded by imported horticulture products from other countries included Thailand. Indonesia during the era of Presiden Susilo Bambang Yudoyono, has taken several strategies through policy enforcement in order to adapt with the liberalization of agriculture that proposed by the WTO through AoA. The purpose of this AoA is to provide a free-trade environment between countries by minimizing or completely removing the tariff and non-tariff trade barriers in agricultural sector. In order to stay in the line (following the rules of AoA), when conducting new set of policy rules, Indonesia at the same time also needs to consider about the interest of domestic farmers and interest of Indonesia as an agrarian country. In creating new policies regarding the distribution of subsidies, domestic supports and market access, the most important thing that needs to be considered is either the new policy will be in contradiction within the rules stated in AoA.
Kata Kunci : Indonesia, pertanian, hortikultura, AoA, market access, domestic support, export subsidy