RENCANA BISNIS AGROWISATA BLOOM GARDEN DI JAMBI
ADITYA ACHMAL, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D.,
2019 | Tesis | Magister ManajemenSuplai buah naga dari petani lokal di Indonesia belakangan ini dinilai belum cukup mengimbangi tingkat permintaannya. Asosiasi Buah Naga Indonesia (ABNI) menyampaikan bahwa pada tahun 2017, sebanyak 85% suplai buah naga di Indonesia berasal dari impor. Mayoritas buah naga impor tersebut dibeli dari Thailand, China, dan Vietnam. Padahal jika dilakukan sendiri, budidaya buah naga dapat menghasilkan pendapatan yang besar. Hal ini memunculkan peluang untuk pengusaha dalam membudidayakan buah naga. Pengusaha juga dapat memberikan nilai tambah dari perkebunannya dan menyediakan lapangan kerja lebih banyak dengan mendirikan agrowisata di lokasi perkebunan buah naga. Petani yang bekerja dalam wilayah agrowisata dapat memperoleh pendapatan secara layak dan menigkatkan taraf hidup mereka. Arus urbanisasi juga dapat berkurang karena pendapatan yang mereka dapatkan di daerah asalnya sudah memberi kecukupan. Selain itu agrowisata pun dapat menjadi sarana untuk mempromosikan hasil perkebunan yang diperoleh. Penulis memformulasikan rencana bisnis pada penelitian ini menggunakan analisis fungsional. Aspek yang dianalisis adalah rencana pemasaran, operasional, sumberdaya manusia, serta keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bloom Garden (PT Elha Agro Indonesia) memiliki Net Present Value (NPV) sebesar Rp 9.014.968.031, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 64,71 yang lebih besar dari WACC sebesar 15,79%, serta nilai payback period (PP) yang baik karena Bloom Garden dapat mengembalikan modal dalam waktu 3,15 tahun atau tiga tahun dua bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa dari sudut pandang ekonomi, bisnis agrowisata Bloom Garden layak untuk dijalankan.
Recent dragon fruit supply from local farmers in Indonesia is considered not sufficient to compensate the demand level. The Indonesian Dragon Fruit Association (ABNI) said that in 2017, as much as 85% of the supply of dragon fruit in Indonesia was imported. The majority of imported dragon fruits are purchased from Thailand, China and Vietnam. This data, and the fact that dragon fruit cultivation can actually generate promising income raises opportunities for entrepreneurs. Entrepreneurs can also generate more value from their plantations and provide more jobs by establishing agro-tourism in the locations of dragon fruit plantations. Farmers who work in agro-tourism areas can earn a decent income and increase their standard of living. Urbanization flows can also be reduced because the income they get in their home areas has provided sufficiently. In addition, agro-tourism can also be a means to promote plantation products obtained. The author formulates a business plan in this study using functional analysis. The aspects analyzed in this study are marketing, operational, human resources, and financial plans. The results of this study indicate that Bloom Garden (PT Elha Agro Indonesia) has a Net Present Value (NPV) of Rp 9,014,968,031, Internal Rate of Return (IRR) of 64.71, which is greater than the WACC of 15.79%, and the payback period (PP) of 3.15 years, which is good because it indicates that Bloom Garden can return its capital in just three years and two months. These results show that from an economic point of view, Bloom Garden's agro-business is feasible.
Kata Kunci : Agribisnis, Agrowisata, Buah Naga, Kelayakan Ekonomi, Kelayakan Non Ekonomi, Rencana Bisnis