LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN, DAN KECEMASAN KEUANGAN ENDORSER INSTAGRAM USIA MILLENIAL DI INDONESIA
RR HASTHI N M, I Wayan Nuka Lantara, M. Si., Ph. D.
2019 | Tesis | MAGISTER SAINS MANAJEMENGangguan kecemasan menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami di Amerika Serikat dan bisa menyerang siapa saja, termasuk generasi millenial. Nyatanya sejumlah studi empiris menemukan bahwa gangguan kecemasan tidak hanya dialami oleh responden di Amerika Serikat, melainkan juga responden negara-negara di benua Asia, seperti Jepang, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Sayangnya, penelitian di negara berkembang terkait gangguan kecemasan masih jarang dilakukan, termasuk di Indonesia sehingga penelitian ini hadir untuk mengisi gap penelitian tersebut. Tujuan utama penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap gangguan kecemasan dengan sampel penelitian endorser Instagram yang mewakili generasi millenial. Teknik pengumpulan data berupa survei telah dilakukan dengan pendekatan purposive dan snowball sampling yang dilakukan melalui daring, data yang terkumpul adalah 122 responden. Lalu, data diolah dengan persamaan regresi probit dengan bantuan software Stata13. Temuan utama penelitian ini membuktikan bahwa tingkat literasi keuangan berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kecemasan, sementara tingkat inklusi keuangan terbukti berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat kecemasan. Selain itu, variabel kontrol berupa pendapatan dan kebiasaan selalu merasa cemas terhadap segala hal juga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan.
Anxiety disorder becomes one of the most common diseases in the United States and can affect anyone, including millennials. In fact, a number of empirical studies found that anxiety disorders were not only experienced by respondents in the United States, but also respondents of countries in the Asian continent, such as Japan, the United Arab Emirates, and Indonesia. Unfortunately, research in emerging countries related to anxiety disorders is still rare, including in Indonesia so that this study is present to fill this research gap. The main objective of this research is to determine the effect of financial literacy and financial inclusion on anxiety disorders with a sample of Instagram endorsers representing millennial generations. The technique of collecting data in the form of surveys has been carried out with a purposive approach and snowball sampling conducted online. The data collected was 122 respondents. Then, the data was processed with probit regression equations using Stata13 software. The main findings of this study prove that the level of financial literacy has a significant negative effect on the level of anxiety, while the level of financial inclusion is proven to have no significant negative effect on the level of anxiety. In addition, the control variables in the form of income and habits always feel anxious about everything also have been proved to have a significant influence.
Kata Kunci : literasi keuangan, inklusi keuangan, gangguan kecemasan, generasi millenial, perilaku keuangan